Peringati HAB ke-74, Abu Hasan Ajak Jaga Toleransi : Gusli Imbau Perkuat Kerukunan

Hadir dalam upacara tersebut, Kepala Kantor Kemenag Konawe Ahmad Lita, Kabag Kesra Setda Konawe Sukri Nur, serta pejabat teras lingkup kantor Kemenag Konawe.

Penguatan identitas keagamaan bila dipisahkan dari spirit bernegara, katanya, dapat melahirkan radikalisme beragama. Sebaliknya, penguatan identitas bernegara bila dipisahkan dari spirit beragama, dapat memberi peluang berkembangnya sekulerisme dan liberalisme.”Kesalehan beragama dan loyalitas bernegara harus saling mendukung satu sama lain. Kita dapat menjadi umat beragama yang saleh, sekaligus menjadi warga negara yang baik,” imbuh mantan Ketua DPRD Konawe itu.

Dalam negara Pancasila sambung Gusli, siapapun dengan alasan apapun tidak diperkenankan melakukan propaganda anti-agama, penistaan terhadap ajaran agama maupun simbol-simbol keagamaan, menyiarkan agama dengan pemaksaan, ujaran kebencian dan kekerasan terhadap pemeluk agama yang berbeda. Sama halnya dengan kebijakan pemerintah. Katanya, pemerintah tidak boleh membuat aturan yang bertentangan dengan kaidah agama dan ideologi negara.

“Artinya, dasar Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan fundamen moral yang harus melandasi penyelenggaraan negara. Sementara, negara secara aktif harus memastikan hak dan kewajiban setiap warganya dalam memeluk agama agar terlindungi,” tandas Gusli. (b/adi/had)

Facebooktwittermail

Laman: 1 2 3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.