Pemekaran Provinsi Kepulauan Buton Terganjal Moratorium – Laman 2 – Kendari Pos
Nasional

Pemekaran Provinsi Kepulauan Buton Terganjal Moratorium

Kepala Biro (Karo) Pemerintahan Setda Provinsi Sultra, La Ode Ali Akbar menjelaskan, pembentukan daerah baru di Sultra saat ini masih terkendala moratorium. Padahal sebelumnya, beberapa daerah yang ingin mekar telah melalui sejumlah tahapan baik administrasi maupun peninjauan batas wilayah sebagai syarat pembentukan DOB.

“Beberapa (daerah) sudah diajukan sejak lama, seperti pemekaran Provinsi Kepton. Itu kan pengajuannya sudah lama, dan tim dari pusat juga sudah pernah meninjau batas daerah. Tapi setelah ada moratorium, kita tidak bisa buat apa-apa,” terang Ali Akbar ditemui di ruang kerjanya, Selasa (17/1).

Meski begitu, seluruh daerah yang ingin mekar masih terus melakukan persiapan dan pemenuhan syarat-syarat pemekaran sembari menunggu moratorium dicabut. “Jadi semua kita sudah persiapkan. Artinya, ketika pemerintah pusat sudah mencabut moratorium, kita juga sudah siap. Kita persiapkan mulai dari teknisnya, administrasi dan kewilayahan, seperti jumlah kepala keluarga (KK), luas wilayah serta kapasitas daerah untuk jadi DOB,” ungkap Ali Akbar.

Mantan Penjabat (Pj) Bupati Buton Tengah (Buteng) itu menambahkan batas wilayah juga akan menjadi penentu terbentuknya DOB. Untuk pemekaran provinsi baru, harus memenuhi syarat minimal 5 kabupaten atau kota. Sedangkan salah satu syarat pemekaran kabupaten, minimal memiliki 6 kecamatan.

“Itu sesuai undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah. Kalau tidak salah, calon Provinsi Kepton sudah memenuhi syarat itu. Karena Kepton nantinya akan mencakup, Kota Baubau, Buton, Buteng, Busel, Butur, dan Wakatobi,” pungkas Ali Akbar. (rah/b)

Laman: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy