PDIP Pengaruhi Kekuatan Figur di Muna – Kendari Pos
Politik

PDIP Pengaruhi Kekuatan Figur di Muna

PDIP

KENDARIPOS.CO.ID — Sikap politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) termasuk yang paling dinanti dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Muna 2020. Partai berlambang Banteng itu diyakini memiliki pengaruh kuat secara politik karena posisinya sebagai organisasi penguasa secara nasional. Saat ini nama LM. Rusman Emba dan Syarifuddin Udu bersaing ketat memerebutkan rekomendasi partai. Pengamat politik menilai PDIP memiliki untung rugi jika harus mengabaikan kader dan mendukung non kader.

Pakar Politik Sulawesi Tenggara, Dr. Muh. Najib Husain, menilai, sikap PDIP yang belum kunjung menentukan dukungan kendati kadernya ikut bertarung di Pilkada Muna sudah menunjukan tingginya dinamika di partai itu. Menurut Najib, PDIP sedang menimbang untung rugi secara politik jika harus mengusung kembali LM. Rusman Emba yang notabene merupakan Ketua Bappilu PDIP Sultra atau justru berbelok memberi rekomendasi kepada Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Syarifuddin Udu.

“Kedua nama ini sama-sama bisa memiliki keunggulan dan kekurangan. PDIP pasti menimbang secara matang,” paparnya, kemarin. Menurut Najib, alasan mengapa status LM. Rusman Emba sebagai kader tidak lantas mengunci dukungan partai dikarenakan “dosanya” di Pilcaleg 2019 lalu. Rusman dinilai gagal memenuni ekspektasi partai dalam perolehan kursi parlemen. Empat kursi merupakan raihan dibawah target karena tidak berhasil membawa PDIP merebut kursi pimpinan DPRD Muna. PDIP merasa tidak mendapatkan keuntungan secara politik dari posisi kadernya sebagai Bupati Muna.

“Evaluasi yang diterima Rusman cukup mengecewakan partai. Secara politik hal itu memengaruhi mengapa sampai hari ini PDIP tidak memberi dukungan full kepada Rusman,” argumennya. Meski demikian, lanjut Najib, kondisi itu tidak akan membuat PDIP dengan mudah memberikan dukungan kepada Syarifuddin Udu. Sinyal dukungan Partai Hanura yang diterima SU cukup menyandera posisi PDIP. Partai merah itu tidak akan berada di posisi bagus jika memutuskan satu gerbong koalisi bersama Hanura. Sebabnya jumlah lima kursi Hanura akan membuat PDIP tidak menjadi partai pengusung utama bagi SU. Kondisi itu bertolak belakang dengan muruah PDIP sebagai partai penguasa nasional.

Laman: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy