PB PGRI Perjuangkan Kesejahteraan Tenaga Pendidik di Muna – Kendari Pos
Muna

PB PGRI Perjuangkan Kesejahteraan Tenaga Pendidik di Muna

Ketua Umum PB PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi didampingi Bupati Muna LM. Rusman Emba dan Ketua PGRI Muna, Haswa saat menyalami para guru di SOR La Ode Pandu, kemarin.

KENDARIPOS.CO.ID — Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PN PGRI), Prof Unifah Rosyidi menghadiri seminar nasional yang digelar organisasi guru Kabupaten Muna, kemarin. Kunjungan itu sekaligus menjemput aspirasi para guru ihwal perbaikan nasib dan keluh kesah para tenaga honorer. Unifah menyebut PGRI merupakan rumah aspirasi yang siap memperjuangkan kesejahteraan guru dan peningkatan kualitas pendidikan.

Unifah Rosyidi disambut suka cita 4.003 orang guru se-Kabupaten Muna di aula SOR La Ode Pandu, Raha. Para guru tersebut berasal dari keluarga besar PGRI Muna mulai dari guru SD, SMP, SMA, SMK, SLB dan guru Kemenag yang tergabung dalam 22 pengurus cabang. Bupati Muna LM. Rusman Emba, Ketua PGRI Muna Haswa sendiri memandu langsung jalannya seminar bertajuk peran strategis guru dalam menciptakan sumber daya manusia unggul tersebut.

Ketua PGRI Muna, Haswa menyebut, kehadiran Ketua Umum PB PGRI adalah kado istimewa dan merupakan wujud perhatian organisasi terhadap para guru di daerah. Haswa menyebut masih banyak perjuangan yang belum selesai, berkaitan kondisi guru di Muna. Diantaranya pembayaran sertifikasi yang belum tepat waktu, perbaikan pendapatan honorer dan penataan jumlah jam mengajar. Kendati demikian, PGRI Muna tetap bersinergi dengan Pemkab, terutama dalam mewujudkan pembangunan gedung guru dan sekretariat PGRI.

“Khusus Ibu Ketum, hari ini (kemarin) harusnya ada tiga provinsi yang membuat agenda. Tapi undangan Muna yang dihadiri, kami sangat apresiasi. Terima kasih juga kepada Pemda atas sinerginya sehingga acara seminar bisa dilaksanakan. Tetapi lebih jauh, kami berharap perjuangan perbaikan nasib guru bisa terus diperhatikan dan dijawab bersama-sama,” harapnya.

Kehadiran Unifah Rosyidi menjadi momentum guru menyampaikan aspirasi. Ada 10 poin lebih yang diminta disuarakan kepada pemerintah pusat di Jakarta. Diantaranya, perlindungan hukum bagi guru dalam melaksanakan tugas keguruan, penyederhanaan sertifikasi, penataan mata pelajaran kesenian dan TIK, peningkatan kesejahteraan guru PAUD dan TK serta kejelasan rekrutem P3K.

Laman: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy