Operasi Senyap Selamatkan Warga Wakatobi yang Ditawan Abu Sayyaf – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Operasi Senyap Selamatkan Warga Wakatobi yang Ditawan Abu Sayyaf

KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah Filipina memenuhi janjinya kepada pemerintah Indonesia. Melalui operasi militer, Muhammad Farhan, warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi tawanan Abu Sayyaf, sukses dibebaskan Rabu malam (15/1). Dengan demikian, sudah tidak ada lagi WNI yang disandera oleh kelompok perompak perairan Sulu tersebut. Juru Bicara Komando Mindanao Barat Militer Filipina Mayor Arvin Encinas mengatakan, operasi bermula ketika pasukan darat menerima informasi dari penduduk Desa Bato-Bato, Indanan, mengenai keberadaan Farhan. Operasi berlangsung senyap tanpa adanya kontak senjata. Pukul 18.45 waktu setempat, Farhan berhasil dibawa keluar.

Saat diselamatkan, kondisi Warga Wakatobi itu nampak lesu. Tim lantas membawanya ke Rumah Sakit Stasiun Hautal Teodulfo Bautista Kuta di Jolo untuk pemeriksaan medis. Setelah dianggap membaik, Farhan diterbangkan menuju Rumah Sakit Umum Camp Navarro di Zamboanga.
”Kami sangat senang dengan pencapaian luar biasa dari Satuan Tugas Gabungan Militer kami di Sulu. Ini membuktikan bahwa upaya penyelamatan berkelanjutan dan operasi keamanan melumpuhkan Abu Sayyaf telah sangat efektif,” beber Encinas dilansir Daily Express.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Teuku Faizasyah menyampaikan apresiasi atas kerja keras pemerintah Filipina. Terutama, berterima kasih kepada Divisi 11 AFP (pasukan militer Filipina) dalam upaya membebaskan para sandera WNI. ”Dengan bebasnya Farhan, maka saat ini seluruh WNI yang disandera Abu Sayyaf telah berhasil dibebaskan,” kata Faiza.

Muhamad Farhan kini bisa bernafas lega setelah dibebaskan kelompok Abu Saiyaf.

Pada 22 Desember 2019 lalu, pasukan militer Filipina berhasil membebaskan Maharudin Lunani dan Samiun Maneu. Pembebasan tersebut diwarnai kontak senjata. Saat itu satu personil militer Filipina gugur. Serah terima Lunani dan Samiun oleh pemerintah Indonesia kepada keluarga sudah dilaksanakan empat hari setelah pembebasan di kantor Kemenlu.

Selama proses pembebasan tersebut pemerintah Filipina sengaja memilih pendekatan militer. Pendekatan tersebut sudah dibahas dengan pemerintah Indonesia sejak KTT ASEAN-Republic of Korea (RoK) pada awal Desember lalu. Saat itu Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia Retno Marsudi meminta Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana untuk mengintensifkan upaya pembebasan tersebut. Pada kesempatan yang sama, Presiden RI Joko Widodo juga melakukan bertemu langsung dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte membicarakan hal yang sama.

Untuk diketahui, Farhan merupakan warga Pulau Kaledupa, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang telah disandera kelompok saparatis Abu Sayyaf. Ia bersama dua rekannya Samiun Bin Maenu (27) dan Maharudin Bin Lunani (48) ditangkap oleh kelompok Abu Sayyaf pada Senin 23 September 2019 saat melaut menggunakan kapal ikan, di Perairan Pulau Tambisan, Sandakan, Malaysia. Mereka semua telah dibebaskan. (han)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy