KENDARIPOS.CO.ID — Warga Kelurahan Lakambau, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan geger. Sebuah perahu mengapung di tengah laut, ditemukan tanpa awak. Belakang diketahui perahu itu milik La Ode Samiu, nelayan yang telah uzur, yang meninggalkan rumah sejak pagi, Kamis (16/1). Mendapat laporan warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Busel bergerak cepat. Bersama tim SAR dan TNI-Polri, Dinas Kelautan dan sejumlah pihak lainnya langsung melakukan pencarian. “Sejak Jumat (17/1) pagi sampai sekarang kita belum temukan. Tim gabungan masih berkerja,” ungkap Zamaluddin, Kepala BPBD Busel (17/1).

Informasi tentang hilangnya La Samiu berawal dari terlihatnya sebuah perahu kecil tanpa nakhoda oleh warga yang melintas di perairan Busel. Perahu itu didekati, lalu ditarik ke pesisir. “Masih lengkap dengan alat pancingnya. Kemudian keluarga datang melihat, dan itu diketahui milik Samiu,” lanjut Zamaluddin usai menanyai istri korban.

Personil Basarnas yang dikerahkan mencari seorang nelayan yang hilang.

Menurut informasi dari pihak keluarga, kata Zamaluddin, korban setiap harinya melaut dan pulang siang atau sore hari. “Istrinya bilang tiap hari memancing. Walaupun usianya sudah sangat tua, tapi tidak ada riwayat penyakit. Kita akan terus mencari. Belum tahu sampai kapan, kita koordinasi dengan yang lain,” pungkasnya.

Sementara itu Humas Basarnas Kendari, Wahyudi menjelaskan, hari kedua pencarian La Ode Samiu, tim bergerak, Sabtu (18/1) pukul 06.00 Wita. Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian diantara perairan Batauga dan Pulau Siompu Kabupaten Buton Selatan. Operasi SAR akan dilakukan dengan memperluas wilayah pencarian hingga 3 NM dari LKK mengingat banyaknya personil yang ikut bergabung.

Adapun jumlah personil yang terlibat mencapai ratusan terdiri dari, Rescuer Pos SAR Baubau 7 orang, Polsek Batauga 4 orang, BPBD Buton Selatan 15 orang, Koramil Batauga 5 orang, Brimob 12 orang, Dinas Sosial Buton Selatan 12 Orang, Dinas Kelautan dan Perikanan Busel 5 Orang, Dinas Kominfo Busel 5 orang keluarga korban dan nelayan sekitar 40 orang. ” Kalau alat yang digunakan, RIB Basarnas Kendari,Rubber Boat Basarnas Kendari Speed BoatĀ  BPBD Busel, Longboat Milik nelayan setempat 24 Buah,” tutupnya. (lyn/ade)