Misi Sulit Penantang Petahana 7 Pilkada di Sultra : Ada yang Lawan Kotak Kosong ? – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Misi Sulit Penantang Petahana 7 Pilkada di Sultra : Ada yang Lawan Kotak Kosong ?

KENDARIPOS.CO.ID — Petahana di tujuh Pilkada di Sulawesi Tenggara (Sultra) diprediksi akan maju kembali pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020. Kendati konstelasi politik di tiap daerah masih akan berlangsung dinamis, manuver para bakal calon sudah dapat terbaca sejak dimulainya tahapan. Pengamat Komunikasi Politik Sultra, Dr. Muh. Najib Husain mengatakan tampil kembalinya para petahana menjadikan misi para penantang dalam memenangkan kompetisi semakin berat.

Di Kolaka Timur (Koltim), petahana Tony Herbiansyah dinilai masih sangat kuat. Terlebih, Wakil Bupati Koltim, Andi Merya Nur yang diharapkan tampil sebagai calon bupati hanya “berani” membidik posisi kosong dua (wakil bupati).

Samsul Bahri Madjid yang digadang-gadang akan berpasangan dengan Andi Merya dinilai belum mampu menyeimbangi kekuatan petahana. Sehingga, jalan Tony menuju kursi bupati periode kedua akan lebih mulus. Tony juga kelihatan berusaha menutup pintu lawan-lawannya. “Meskipun Nasdem (partai yang dipimpin Tony) bisa mengusung calon sendiri namun Tony berusaha mendulang dukungan banyak partai. Jika lawannya tidak berusaha maksimal mendapatkan kendaraan partai, di Koltim bisa jadi kotak kosong,” ungkap Najib Husain kepada Kendari Pos, Minggu (12/1).

Arhawi, sang petahana di Pilkada Wakatobi juga diperkirakan akan menjadi pemain tunggal jika para penantang tidak mengambil langkah tepat. Kemungkinan gagalnya Wa Ode Nurhayati (WON) di pencalonan Pilkada 2020, menjadikan Arhawi hampir tidak memiliki lawan. Ilmiati Daud yang diharapkan jadi penantang, hanya berani tampil sebagai wakil. Arhawi akan semakin kuat jika memilih Ratna Lada Hugua sebagai pasangannya. Sebab basis suara mantan bupati Wakatobi, Hugua masih cukup besar. Jika saja Haliana (penantang,red) tidak memutuskan berpasangan dengan Ilmiati sejak awal, kata Najib, maka Hanura sangat mungkin mendorong kadernya berpasangan dengan Haliana.

Apalagi WON nampak sangat menginginkan ada perubahan di Wakatobi (melawan petahana). Akan sulit jika Hanura tetap bersikeras mendorong kadernya karena Haliana dan Ilmiati sudah seperti pasangan yang tidak dapat diganggu. Keadaan ini bisa menyebabkan Hanura merapat ke petahana. “Tapi kita lihat saja bagaimana bargaining yang dibangun oleh Hanura. Karena sepertinya WON tetap ingin memperjuangkan ada sosok baru di Wakatobi. Jika WON mengikhlaskan kursi Hanura untuk Haliana-Ilmiati, maka dukungan WON kepada keduanya bisa menyulitkan Arhawi. Konstelasi di Wakatobi memang berubah setelah WON masuk. Dominasi Arhawi cukup meredup. Sehingga Arhawi harus menghitung kekuatan WON di Wakatobi” analisanya.

Lanjut dia, di Muna dalam beberapa waktu terakhir, hanya LM Rusman Emba, LM Rajiun Tumada, dan Syarifuddin Udu yang paling terasa gerakannya. Sedangkan langkah LM Baharuddin sedikit meredup. Syarifuddin yang sebelumnya diragukan justru semakin gencar mendulang dukungan. Karenanya, misi penantang petahana di Muna akan lebih mudah dibandingkan daerah lainnya sebab persaingan yang lebih ketat.
Peluang terjadi kotak kosong di bumi Sowite juga diprediksi akan sangat kecil. “Partai lebih berani mendukung penantang. Peluang Rajiun dan Syarifuddin mendapatkan dukungan cukup terbuka. Wakil bupatinya akan menjadi penentu,” tuturnya.

Di Buton Utara (Butur), Najib berargumen akan terjadi head to head antara Abu Hasan dengan Ridwan Zakariah. PAN sebagai pemenang di Pileg Butur tidak akan mau kehilangan muka dengan tidak mendorong kadernya sendiri. “Abu Hasan dan Ridwan Zakariah sejauh ini memiliki basis pemilih yang loyal. Karenanya, wakil juga akan menjadi penentu,” ucapnya.

Sementara itu, di Konawe Kepulauan (Konkep), posisi petahana yang awalnya lemah, dalam beberapa waktu terakhir semakin menguat setelah mengumumkan tetap solid dengan pasangannya. Majunya Abdul Halim dan Musdar juga dinilai akan menyebabkan posisi petahana lebih kuat karena akan terjadi distribusi suara. Jika muncul tiga pasangan calon, maka kans menang Amrullah lebih besar. Di daerah ini juga kecil kemungkinan terjadi kotak kosong.

Pecahnya petahana di Konawe Utara (Konut) dinilai sebagai sebuah kompetisi yang baik. Sayangnya, Raup yang agak terlambat start menjadikan posisi Ruksamin masih lebih aman. Apalagi tidak ada lawan anti tesis. Artinya, Raup tidak dapat menghadirkan argumen yang bisa memojokkan Ruksamin. Keduanya sama-sama bertanggung jawab atas persoalan tambang dan banjir yang menjadi isu krusial di daerah itu. “Kecuali di Konut ada pemain baru yang muncul dan menawarkan program yang dapat menjadi anti tesis pemerintahan petahana, maka pertarungan akan lebih menarik,” ujarnya.

Terakhir, Konawe Selatan (Konsel), merupakan wilayah yang agak sulit terbaca peta politiknya. Muh.Endang dan Wahyu Ade Pratama yang sempat digaungkan akan menjadi lawan petahana, belakangan suaranya kurang terdengar. Meninggalkan gelanggang pertarungan yang hanya menampilkan Surunuddin Dangga dan Irham Kalenggo. Sayangnya, Irham yang dipercaya tidak akan meninggalkan organisasi politiknya (Golkar) memiliki peluang yang masih kecil jika head to head dengan petahana. Bisa jadi pendukung Endang ataupun Wahyu akan beralih ke petahana. Di daerah ini juga ada kemungkinan petahana melawan kotak kosong. Terlebih Arsalim Arifin kembali merapat ke Surunuddin. “Tapi saya tidak tahu strategi apa yang digunakan oleh Endang dan Wahyu. Yang terlihat masif sosialisasi belakangan ini hanya Surunuddin dan Irham. Petahana juga sangat berambisi mendapatkan semua pintu,” ujarnya.

Beratnya tantangan yang dihadapi oleh penantang, menurut Najib, disebabkan oleh sedikitnya tiga hal yang dimiliki petahana yakni kemampuan finasial, basis massa, serta infrastruktur pemenangan. “Hal tersebut menjadikan petahana lebih diminati. Sehingga mereka lebih mudah mendapatkan dukungan partai politik,” pungkasnya. (uli/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy