Mantan Komisioner Bawaslu dan Kader PDIP Tersangka – Kendari Pos
Nasional

Mantan Komisioner Bawaslu dan Kader PDIP Tersangka

Penyidik KPK didampingi Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar (kedua dari kiri), Ketua KPU Arief Budiman (kiri) dan Jubir KPK Ali Fikri (kanan), menunjukan bukti hasil Operasi Tangap Tangan (OTT) terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan.


KENDARIPOS.CO.ID — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan sebagai tersangka penerima suap terkait penetapan anggota DPR RI terpilih 2019-2024. KPK juga turut menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka. “KPK menyimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi, menerima hadiah atau terkait penetapan anggota DPR-RI Terpilih tahun 2019-2024,” kata Wakil Ketua KPK, Lili Pantauli Siregar dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (9/1).

Selain Wahyu Setiawan, KPK juga turut menetapkan Agustiani Tio Fridelina, selaku mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), yang merupakan orang kepercayaan Wahyu sebagai tersangka penerimaan suap. Selain itu, KPK juga menetapkan Harun Masiku selaku calon anggota legislatif (Caleg) DPR RI fraksi PDIP dan Saeful sebagai tersangka pemberian suap. Penetapan tersangka ini dilakukan setelah pemeriksaan intensif selama 1×24 jam.

KPK menduga, Wahyu bersama Agustiani Tio Fridelina diduga menerima suap dari Harun dan Saeful. Suap dengan total sebesar Rp 900 juta itu diduga diberikan kepada Wahyu agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR RI menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia pada Maret 2019 lalu. “Untuk membantu penetapan HAR (Harun Masiku) sebagai anggota DPR-RI lewat mekanisme pengganti antar waktu, WSE (Wahyu Setiawan) meminta dana operasional Rp 900 juta,” jelas Lili.

Atas perbuatannya, Wahyu dan Agustiani Tio yang ditetapkan sebagai tersangka penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 Ayat (1) huruf a atau Pasal 12 Ayat (1) huruf b atau Pasal 11 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu, Harun dan Saeful yang ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap disangkakan dengan Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Laman: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy