Mahasiswi Kedokteran Baubau dan Kolut Tinggalkan Cina, Pemeriksaan Steril Tapi Tetap Dipantau – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Mahasiswi Kedokteran Baubau dan Kolut Tinggalkan Cina, Pemeriksaan Steril Tapi Tetap Dipantau

Ulian Ndia Arman (kiri) mahasiswI S1 Kedokteran di Hainan Medical University, Cina saat wawancara usai menjalani pemeriksaan kesehatan di Bandara Betoambari Baubau. Andira Remayani (kanan) mahasiswi kedokteran berpose di depan kampusnya, Changsha Medical University sebelum virus Corona mewabah di Cina.

KENDARIPOS.CO.ID — Wabah Novel Coronavirus (nCoV) menjadi momok di Negeri Tirai Bambu, Cina. Tak sedikit mahasiswa asal Sultra belajar dan bermukim di sana. Mereka kuliah ilmu kedokteran di kota berbeda. nCoV mewabah, menyisakan cemas kepada orang tua mahasiswa di Sultra. Sebagian memilih pulang ke tanah air.

Kota tempat mahasiswa belajar seperti kota mati. Seluruh aktivitas nyaris lumpuh. Mahasiswa asal Sultra memilih bertahan di apartemen masing-masing. Sebagian diantara mereka memilih pulang ke tanah air.

Ulia Ndita Arman (21) menjejak Kota Baubau sekira pukul 08.00 Wita. Sore sekira pukul 15.30 Wita, Waode Faujiah Febi Ari Anas (22) menyusul. Kedatangan kedua mahasiswa kedokteran Hainan Medical University Kota Haikou, Cina itu disambut haru keluarga masing-masing di Bandara Udara Betoambari, Kamis (30/1).

Saat tiba, keduanya langsung menjalani prosedur pemeriksaan kesehatan. Mereka dinyatakan steril gejala terpapar virus Corona. Hanya saja mereka tetap dipantau oleh otoritas kesehatan bandara dan dibekali kartu HAC atau kartu kewaspadaan.

Ulia Ndita Arman dan Waode Faujiah Febi dipantau sampai masa inkubasi selesai, selama 14 hari terhitung sejak hari pertama meninggalkan Cina. “Untuk mereka yang baru tiba (dari Cina,red) tidak ditemukan gejala dan tanda (terinfeksi virus corona). Tetapi, ada masa inkubasi (selang waktu) proses bibit penyakit tumbuh lalu masuk hingga mengakibatkan gejala. Sehingga keduanya kita imbau tidak bepergian sampai selesainya masa inkubasi. Kita juga sudah sampaikan secara lisan ke Dinas Kesehatan agar dilakukan pemantauan,” kata Koordinator Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Baubau, dr Riki Atrian saat ditemui Kamis (30/1).

Prosedur pemeriksaan kesehatan ketat memang diterapkan petugas medis di Bandara Udara Betoambari. Ketika turun dari pesawat, Ulia Ndita Arman dan Waode Faujiah Febi menjalani pemeriksan suhu tubuh, dan melakoni anamnesis (keterangan tentang kehidupan klien melalui proses wawancara) di ruang khusus. “Anamnesi kita lakukan untuk mengetahui apakah ada keluhan, gejala penyakit, riwat penyakit dahulu, riwayat perjalanan dan alamat,” terang dr.Riki.

Laman: 1 2 3

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy