Kuasa Hukum Ponpres Ihya’ Assunnah : Ini Bukan Ranah TNI AL, Kita Tunggu Putusan MA – Kendari Pos
Hukum & Kriminal

Kuasa Hukum Ponpres Ihya’ Assunnah : Ini Bukan Ranah TNI AL, Kita Tunggu Putusan MA

KENDARIPOS.CO.ID — Sikap tidak santun yang dipertontonkan Mardin More yang mengajak putranya oknum Letkol Ahmad Faisal kepada pimpinan Ponpes Ihya’ Assunnah Kolaka, Muhammad Sutamin sangat disayangkan Laode Faisi, SH. Pengacara Ponpes Ihya’ Assunnah Kolaka itu mengatakan Mardin More dan putranya, Letkol Ahmad Faisal seharusnya menghargai proses hukum yang sedang berjalan. “Sebelumnya sengketa ini sudah melalui persidangan di pengadilan negeri dan pengadilan tinggi dan saat ini sudah masuk dalam tingkat kasasi. Jadi tunggu saja putusannya Mahkamah Agung,” ujar Faisi kepada Kendari Pos, Minggu (12/1).

Faisi mengatakan, sebaiknya semua pihak menghargai proses hukum yang sedang berjalan tanpa melakukan upaya memaksakan kehendak. Apalagi sampai melibatkan oknum TNI AL. “Walaupun itu anaknya, Mardin More tidak boleh melibatkan TNI AL dalam urusan sengketa ini karena proses hukum masih sementara berlangsung. Jadi kita tunggu saja putusannya,” tukasnya. Terkait sikap Mardin More yang membawa anaknya Letkol Ahmad Faisal beserta dua oknum TNI AL lainnya dengan berseragam lengkap ke Ponpes Ihya’ Assunnah Kolaka sangat keliru. Sebab, masalah sengketa lahan tersebut bukan ranah TNI AL.

Mardin More dan tiga orang oknum TNI AL dengan pakaian dinas sedang “memaksa” salah satu pimpinanan Pondok Pesantren Ihya’ Assunnah Kolaka Muhammad Sutamin bahkan sempat terjadi penodongan menggunakan pistol juga sangkur.

“Walaupun Letkol Ahmad Faisal itu anak Mardin More, Letkol Ahmad Faisal tidak boleh melakukan tindakan tersebut. Sebab ini sudah ditangani oleh pengadilan dan bukan ranah TNI AL. Kecuali kalau secara pribadi sebagai anak dalam hal untuk melakukan pendekatan secara kekeluargaan itu tidak masalah,” tuturnya.

Sementara itu Danlanal Kendari, Kolonel Laut (P) I Putu Darjatna memastikan oknum TNI AL tidak melakukan tindakan intimidasi atau pengancaman kepada pimpinan Ponpes Ihya’ Assunnah Kolaka, Muhammad Sutamin. “Biar diselesaikan melalui jalur hukum yang berlaku antara kedua belah pihak,” ujarnya melalui pesan singkat saat dikonfirmasi Kendari Pos, Minggu (12/1).

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan seorang warga Kolaka yang diketahui bernama Mardin More dan tiga orang oknum TNI AL dengan pakaian dinas sedang “memaksa” salah satu pimpinanan Pondok Pesantren Ihya’ Assunnah Kolaka Muhammad Sutamin agar mengikuti langkah mereka. Video itu viral di media sosial. Belakangan diketahui, kejadian tersebut terjadi karena proses sengketa lahan antara Ponpes Ihya’ Assunnah dengan Mardin More yang merupakan ayah dari Letkol Ahmad Faisal. (fad/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy