Integritas Tergadai Demi Fulus : PR Besar KPU Kembalikan Public Trust – Kendari Pos
Nasional

Integritas Tergadai Demi Fulus : PR Besar KPU Kembalikan Public Trust

La Ode Abdul Natsir

KENDARIPOS.CO.ID — Pekan ini, publik terhenyak dengan operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap oknum komisioner KPU RI. Publik tak mesti disalahkan jika menarik kesimpulan perilaku Wahyu Setiawan-sang komisioner yang kena OTT-mencerminkan perilaku serupa terjadi juga di daerah. Lobi-lobi politik berbalut fulus dalam Pilkada hingga pemilu untuk memuluskan keinginan si empunya kepentingan. Tak terkecuali di Sultra.

Dugaan suap komisoner KPU RI Wahyu Setiawan menjadi pukulan telak bagi KPU daerah. Meski akan lahir sebuah pembenaran bahwa itu adalah perbuatan oknum. Bahwa Wahyu bukan representasi lembaga saat menerima suap. Namun dalam konteks ini, integritas yang selalu didengungkan runtuh tak bersisa. Muruah KPU sebagai penyelenggara pemilihan bersih pun kini dipertaruhkan. Jika ditarik ke belakang, hasil pemilihan anggota legislatif, hingga Pilkada patut dipertanyakan. Apakah mereka yang terpilih sesuai dengan keputusan dari lembaga yang berintegritas ? Integritas seluruh komisioner KPU daerah kini menjadi tanda tanya besar.

Ketua KPU Sultra, La Ode Abdul Natsir mengaku terkejut dengan peristiwa yang tidak pernah diduga terjadi di KPU. Menurutnya, apa yang menimpa Wahyu Setiawan bersifat pribadi dan tidak memengaruhi pleno KPU. “Namun ada hikmah dibalik pristiwa tersebut. Termasuk untuk seluruh penyelenggara di Sultra, agar dapat menjaga integritas. Namun bukan berarti kita anti sosial. Kita tetap berkawan, tetap bersahabat, tapi dalam kerangka tugas tentu ada perpedaan. KPU tetap harus merujuk pada perundang-undangan. Apapun yang kita lakukan adalah hal yang patut secara regulasi. Tidak bermuatan kepentingan tertentu,” ujarnya kepada Kendari Pos, Jumat (10/1).

Abdul Natsir menjelaskan hanya dengan menunjukkan kinerja yang baik akan merekatkan kembali kepercayaan publik (public trust) kepada KPU. “Kita saat ini berada pada posisi yang tidak diharapkan. Walaupun itu ulah oknum. Tapi ini menjadi cambuk untuk bekerja lebih baik lagi. Soal mau percaya atau tidak terhadap KPU secara kelembagaan dan komitmen, kami bekerja sesuai perundang-undangan. Kita tunjukan dengan bukti bahwa layak dipercaya melalui pelaksanaan tugas,” ungkapnya.

Dalam menghadapi Pilkada di 7 kabupaten di Sultra, Abdul Natsir meminta komisioner KPU daerah agar bekerja profesional, menjaga kemandirian dan tetap menjujung tinggi integritas sebagai penyelenggara. “Keputusan sudah ditetapkan, Pilkada tidak boleh terganggu. Kita tetap bekerja dengan baik serta mengambil hikmah atas kejadian tersebut agar dapat terhindar dari konflik kepentingan,” tegasnya.

Mantan Ketua KPU Sultra, Hidayatullah mengaku kecewa akan perilaku Wahyu Setiawan (WS) karena berimbas pada kurangnya kepercayaan publik kepada KPU di daerah. Sejak tahun 2003 hingga 2008, integritas KPU dibangun dengan susah payah. Namun, kini semua kredibilitas KPU runtuh tak bersisa. “Dan untuk mengembalikan kepercayaan publik itu bukan perkara gampang. Dengan kejadian yang menimpa WS ini sebenarnya menjadi momentum bagi KPU untuk bersih-bersih secara internal,” kata pria yang karib disapa Dayat itu, kemarin.

Dayat yang kini menjadi Ketua Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Sultra dirinya pernah mengingatkan soal praktik-praktik kotor kepada KPU RI dalam seleksi komisioner KPU daerah. Dayat menengarai banyak indikasi transaksi, peserta seleksi titipan dengan mengatasnamakan KPU RI atau titipan ormas tertentu. “Saya lapor ke Kapolda saat itu. Banyak yang tidak sesuai syarat tapi bisa lolos. Sehingga saat menjadi komisioner bukan menghasilkan pemimpin berintegritas, justru sibuk mengembalikan uang yang pernah mereka keluarkan,” pungkas Dayat.

Laman: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy