Guru Diimbau Tingkatkan Minat Baca – Kendari Pos
Edukasi

Guru Diimbau Tingkatkan Minat Baca

KENDARIPOS.CO.ID — Kurangnya minat baca masyarakat Indonesia, khususnya di Sulawesi Tenggara (Sultra), menjadi perhatian serius Gubernur Sultra, H. Ali Mazi. Katanya, tingkat baca guru di Bumi Anoa masih rendah. Hal tersebut disampaikan saat kegiatan Konferensi Provinsi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Hotel Claro Kendari, kemarin (23/1).

Tampak sejumlah guru berswafoto dengan Gubernur Sultra, H. Ali Mazi, saat Rakor PGRI se Sultra di Hotel Claro Kendari, kemarin

Di tempat yang sama, pengamat Pendidikan Sultra, Prof Abdullah Alhadza mengatakan, pernyataan orang nomor satu di Sultra tersebut besar kemungkinan terjadi. Namun mestinya didukung dengan data yang diakui secara ilmiah. “Saat ini minat membaca masyarakat itu sangatlah rendah, baik itu dari kalangan pelajar, akademisi hingga para guru. Untuk itu, berbagai upaya harus dilakukan untuk menumbuhkan minat baca dari seluruh elemen masyarakat,” ungkapnya, Kamis (23/1).

Secara umum penyebab minimnya minat baca tersebut, karena hadirnya Media Sosial (Medsos). Guru terlalu dimanjakan dengan hadirnya teknologi dan enggan membaca buku teks. “Bisa jadi seperti itu, tapi saya belum tahu persis ada penelitian secara ilmiah bahwa rendahnya minat baca guru disebabkan karna apa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bila dibandingkan buku teks dengan Media Sosial (Medsos) jelas berbeda, sambungnya, Medsos sendiri merupakan penggalan atau kutipan yang terkadang diambil dari buku ilmiah yang kebanyakan sifatnya intertaimen (hiburan). Sedangkan, buku teks secara umum bersifat ilmiah. “Keberadaan Medsos sebenarnya bisa mempengaruhi atau mengurangi minat membaca (malas) seseorang terhadap buku teks, karena malalui Medsos dapat mengetahui informasi dengan instan yang sebenarnya terkandung racun yang membuat malas membaca buku teks karena ketagihan membaca Medsos,” katanya.

Guru besar Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) ini mengimbau kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk menerapkan sistem pemaksaan terlebih dahulu, dengan memberikan tugas literasi bacaan sejak awal khususnya pada anak-anak sebelum memulai proses belajar mengajar sesungguhnya. “Memang harus diawasi seperti itu, ketika anak-anak tadi sudah tumbuh menjadi dewasa dan guru menjadi profesinya. Maka dia akan lebih rajin membaca dan mencintai buku teks,” ungkapnya.

Ia berharap, guru-guru di Sultra sebisa mungkin memberikan edukasi/literasi membaca yang baik kepada peserta didik. Karena guru yang mencontoh kebaikan pasti akan diadopsi oleh anak. “Ada pepatah bilang, kalau guru mencontohkan knecing berdiri. Maka murid kencing berlari. Artinya, anak didiknya lebih parah,” pungkasnya. (idh/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy