Generasi Home Service, Oleh : Prof Hanna – Kendari Pos
Kolom

Generasi Home Service, Oleh : Prof Hanna

KENDARIPOS.CO.ID — Dalam perjalanan saya dari Hamburg, Jerman ke Jakarta beberapa waktu lalu, saya berdiskusi dengan dua pakar pendidikan yang berbeda visi pendidikan di negaranya. Inti dari diskusi panjang itu adalah bahwa pendidikan di Indonesia belum mampu mendewasakan anak didik. Demikian juga orang tua tidak bisa diharapkan mencerdaskan anaknya. Penyebabnya, orang Indonesa memelihara penyakit berbahaya yaitu “home service”.

Beberapa mahasiswa yang kuliah di Jerman rata-rata adalah generasi home service yang jarang ditemui di negaranya, sehingga kegagalan mahasiswa Indonesia pada awal semester adalah penyesuaian diri dari home service ke self service. Seorang dosen diaspora salah satu perguruan tinggi di Jerman membenarkan bahwa saat masih sekolah di Indonesia, ia menumpang pada salah seorang dermawan di kampungnya. Semua biaya sekolah dan makan ditanggung sang dermawan. Syaratnya sang dosen melayani kebutuhan anak sang dermawan.

Si anak memang cerdas tetapi tidak bisa berbuat apa-apa karena semua kebutuhan disiapkan sang dosen diaspora. Mulai mandi, berpakaian, mengerjakan PR dan tugas-tugas lainnya. Akibatnya, anak sang majikan biasa-biasa saja, bahkan kehidupannya pun pas-pasan. Prase home service ini tidak ada dalam pikiran saya, tapi setelah menyimak maknanya ternyata generasi “home service” adalah generasi yang selalu minta dilayani. Ini terjadi pada anak-anak yang hidupnya selalu dilayani oleh orangtuanya atau orang yang membantunya. Sejak lahir mereka diurus pembantu atau diasuh babysitter yang setiap 24 jam siap di samping sang anak. Bahkan sampai umur 9 tahun, keperluan anak diurus babysitter.

Prof Hanna

Konsekuensi dari perlakuan seperti ini, anak-anak tidak bisa menemukan solusi dari permasalahan yang ia hadapi. Tidak ada konsep pendidikan dan konsep pengajaran dalam perilaku home service itu. Pendidikan adalah proses pendewasaan anak melalui pembiasaan melakukan hal-hal yang membuat ia mampu mencapai potensi dirinya. Sedangkan pengajaran adalah proses pemberian informasi kepada anak didik agar mampu mencapai standar yang diberikan.

Karena terbiasa kebutuhannya dilayani, untuk membuka kemasan permen pun, si anak menyuruh orang lain. Mereka tidak pernah diajarkan memecahkan solusi, tidak ada proses pendidikan. Seharusnya ada pembiasaan seperti ungkapan Bung Karno, kalau anak meminta ikan, berikan ia pancing. Home service ini sangat sederhana. Dapat dilihat dari beberapa perlakuan yang mestinya dikerjakan anak itu sendiri, namun masih dipercayakan kepada orang lain. Misalnya orang tua menyuapi anak makan.

Carol Dwek, psikolog dari Standarford University menulis dalam buku The New Psychology of Success, “Hadiah terpenting dan terindah dari orangtua pada anak-anaknya adalah tantangan”. Tantangan adalah sesuatu yang dilakukan untuk mencapai suatu keinginan karena pencapaian itu tidak akan hadir tanpa usaha, tidak ada simsalabim. Saya khawatir, jika home service ini tidak diantisipasi secara dini, maka ke depan kita akan melahirkan generasi dewasa yang tidak bertanggungjawab. Dari segi usai si anak sudah dewasa tapi berpikiran anak-anak, karena tak pernah bisa memutuskan sesuatu yang terbaik buat dirinya. Semua urusan anak ditentukan orang tuanya.

Kekhawatiran selanjutnya adalah melahirkan generasi yang tidak inovatif dan inspiratif. Terkait dengan itu, Arif Satria Rektor IPB, telah mengimbau seluruh dosen, guru dan tenaga kependidikan lainnya agar melakukan program pembelajaran yang bermuatan tidak sekedar menyampaikan dan menjelaskan teks materi kuliah. Tetapi juga menginspirasi mahasiswa dengan semboyan the great teacher is inspiring, menginspirasi berarti menggugah mahasiswa untuk semakin bersemangat untuk belajar, berpikir dan berbuat sesuatu untuk kemaslahatan.

Semakin kita mampu menginspirasi, semakin cinta mahasiswa pada ilmu yang kita ajarkan, dan semakin cinta mahasiswa pada perkuliahan kita. Kecintaan mahasiswa pada perkuliahan kita adalah pintu untuk membuat mereka menjadi powerful agile learner. The Agile Learner adalah cara berfikir manusia yang mampu menyatukan tiga ide kuat seperti mindset pertumbuhan, kebiasaan berpikir dan praktek berbudi kuhur. Mindset pertumbuhan adalah pemahaman bahwa dapat mengubah karakteristik paling dasar seperti bakat dan kemampuan kita. Tetapi untuk mencapai pertumbuhan itu membutuhkan lebih dari sekadar pola pikir yang benar. Itu membutuhkan tindakan yang benar.

Di The Agile Learner, anda akan menemukan cara mengubah pola pikir siswa dengan menggerakkan mereka di sepanjang mindset continuum. Yang penting, anda akan belajar melibatkan siswa dalam proses dan perilaku yang mencapai pertumbuhan dan pengembangan bakat baru melalui keterampilan berfikir yang menjadi ekpektasi guru dan orang tua.

Namun ekpektasi itu gagal memenuhi harapan. Kegagalan itu disebabkan karena kebanyakan dari kita belum mempertimbangkan pentingnya pertumbuhan pengembangan pola pikir siswa. Dalam proses belajar mengajar kita paham bahwa beberapa siswa tidak mendapatkan sebanyak mungkin ilmu yang disampaikan, namun kita tidak mengejar bagaimana siswa kita dapat mengubah perilaku dari tidak paham menjadi paham.

Masalah lain yang diakibatkan generasi home service ini adalah lahirnya generasi yang tidak memahami masalah lebih sulit yang mereka akan hadapi dalam keadaan yang tidak terduga, perubahan lingkungan yang sering bergejolak. Kita tidak hanya membutuhkan generasi yang bisa memecahkan masalah sulit, tetapi generasi yang dapat menanggapi masalah baru.

Kita membutuhkan generasi pemikir yang kuat. Kita perlu generasi yang lincah.Terkait pembelajaran lincah dan tangguh adalah bekal penting menghadapi perubahan dan ketidakpastian. Hanya orang yang bermental pembelajar yang akan bisa adaptif terhadap perubahan. Untuk mendapatkan ekspektasi itu maka perlu melakukan pembaruan dalam proses belajar mengajar untuk memotivasi siswa demi menjadi bangsa yang besar. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy