Geledah Tempat Jual Beli PAW, KPK Akan Panggil Sekjen PDIP – Kendari Pos
Nasional

Geledah Tempat Jual Beli PAW, KPK Akan Panggil Sekjen PDIP

Jubir KPK, Ali Fikri

KENDARIPOS.CO.ID — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung bergerak cepat mengusut kasus dugaan jual beli pergantian antar waktu (PAW) caleg DPR RI dari fraksi PDIP. Tim penyidik menggeledah sejumlah lokasi terkait kasus yang menjerat Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri mengklaim, pihaknya telah menerima izin terkait kegiatan penggeledahan yang dilakukan dari Dewan Pengawas (Dewas) KPK. Saat ini, tengah melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi. “Tim penyidik sejak semalam sudah langsung bekerja dan saat ini izin dari Dewas untuk melakukan beberapa kegiatan di beberapa tempat sudah kami terima,” kata Ali, Jumat (10/1).

Kendati demikian, Ali enggan memeberkan lokasi yang saat ini tengah dilakukan proses penggeledahan. Dia menyebut, hal ini demi kepentingan proses penyidikan. “Untuk kepentingan penyidikan mohon maaf, untuk sementara belum bisa kami sampaikan detailnya. Perkembangannya akan kami sampaikan kembali pada kesempatan pertama,” jelas Ali.

Sementara itu, anggota Dewan Pengawas KPK Syamsuddin Haris mengaku pihaknya belum menerima informasi terkait adanya permintaan izin penggeledahan kasus jual beli PAW yang menyeret calon legislatif (Caleg) PDIP, Harun Masuki. Dia menyebut, Dewas baru menerima permintaan izin terkait penggeledahan kasus suap proyek infrastruktur yang menyeret Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah. “Untuk Sidoarjo sudah minta izin dan sudah diberikan, untuk kasus KPU sampai siang ini belum ada permintaan izin,” jelas Syamsuddin.

Dalam perkara kasus jual beli PAW anggota DPR fraksi PDIP, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka. Mereka yakni Komisioner KPU Wahyu Setiawan, Agustiani Tio Fridelina selaku mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Harun Masiku selaku caleg DPR RI fraksi PDIP dan Saeful.

KPK menduga Wahyu bersama Agustiani Tio Fridelina diduga menerima suap dari Harun dan Saeful. Suap dengan total Rp 900 juta itu diduga diberikan kepada Wahyu agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR RI menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia pada Maret 2019 lalu.

Atas perbuatannya, Wahyu dan Agustiani Tio yang ditetapkan sebagai tersangka penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 Ayat (1) huruf a atau Pasal 12 Ayat (1) huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Laman: 1 2 3

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy