Dugaan Korupsi Jiwasraya dan Asabri Berimbas di Sultra, Nasabah Asuransi Mulai Galau – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Dugaan Korupsi Jiwasraya dan Asabri Berimbas di Sultra, Nasabah Asuransi Mulai Galau

KENDARIP0S.CO.ID — Kasus korupsi yang melilit perusahaan asuransi milik BUMN, Jiwasraya dan PT.Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri). Di Sultra, ada nasabah yang sudah mendatangi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Nasabah yang belum disebutkan identitasnya itu hanya sebatas bertanya tentang asuransi tersebut. “Belum ada (aduan) secara tertulis. Kalau tanya-tanya lisan, ada satu (orang) untuk asuransi Jiwasraya,” ujar Ridhony Marisson Hasudungan Hutasoit, Kepala Subbagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen (EPK) OJK Perwakilan Sultra, Kamis (16/1).

Di tempat terpisah, staf asuransi Jiwasraya Cabang Kendari mengaku tak ada aduan dari nasabah. “Tidak ada mas,” ujarnya sembari menolak menyebutkan namanya saat ditemui di kantor layanan Jalan Tebaununggu Kendari. Korupsi dana nasabah Asuransi Jiwasraya dan Asabri berdampak terhadap asuransi lainnya di daerah. Di Sultra, pemegang polis Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera khawatir duit yang diinvestasikan menguap.

Beberapa pemegang polis di Sultra memilih keluar meski sebenarnya mereka adalah pemegang saham di Bumiputera. Sebab, Bumiputera berbadan hukum mutual atau usaha bersama. Bumiputera bukan perseroan terbatas yang pemegang sahamnya hanya segelintir orang saja.
Aswati, nasabah ASJB Bumiputera di Kabupaten Konawe mengeluhkan proses pengajuan klaim polis yang terbelit-belit di asuransi Bumiputera. Aswati mengaku bergabung di Bumiputera sejak tahun 2013. Dia memilih jaminan hari tua dengan periode bayar polis sekira Rp. 400 ribu per triwulan. “Saya kan mau keluar dari Bumiputera. Awal tahun 2019, saya ajukan klaim untuk berhenti,” ujar Aswati kepada Kendari Pos Kamis (16/1).

Aswati yang juga PNS di Kabupaten Konawe itu mengaku telah beberapa bertandang di kantor Bumiputera di Konawe namun jawaban yang diperolehnya tidak memuaskan. “Saya disuruh menunggu saja. Padahal, sudah berapa kali saya mondar-mandir, tidak ada juga realisasi,” ungkapnya. Tak berhenti sampai disitu, Aswati meminta koleganya menanyakan di kantor AJB Bumiputera di Kendari terkait lambannya proses pencairan klaim polis. “Ternyata empat bulan kemudian baru cair. Itupun hanya Rp.7 juta lebih. Sebenarnya tidak sesuai, tapi daripada tidak ada diterima,” kata Aswati.

Keinginan untuk keluar dari Bumiputera diungkapkan Lisnawati. Guru SD di Kabupaten Konawe itu mengaku khawatir duitnya tak kembali setelah melihat kondisi asuransi yang terjadi di tingkat nasional (Jiwasraya dan Asabri). “Saya ambil polis yang periode 14 tahun. Saya bergabung November 2015. Ini saya sudah mau tutup, tapi kantornya di Konawe sudah pindah. Kalau melihat kwitansi pembayaran premi, sudah 15 kali saya bayar. Rp.350.000 per triwulannya. Berarti sudah Rp.4.950.000 saya bayar premi,” ujar Lisnawati.

Laman: 1 2 3

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy