Dampak Negatif Burung Walet Untuk Lingkungan – Kendari Pos
Nasional

Dampak Negatif Burung Walet Untuk Lingkungan

Salah satu contoh ruko yang dijadikan usaha Burung Walet yang mengganggu warga.

KENDARIPOS.CO.ID — Ada beberapa dampak negatif keberadaan Burung Walet untuk lingkungan. Menurut salah seorang warga, H.Andi Usman Ali, ada 12 dampak negatif dengan keberadaan Burung Walet: Pertama: Bising. Dalam jumlah banyak, burung Walet menimbulkan suara riuh. Ini bisa menimbulkan gangguan kesehatan. Mengganggu lingkungan atau tetangga. Terlebih jika berada di wilayah padat penduduk. Suara burung Walet dengan volume besar dan 24 jam sangat mengganggu jam tidur, mengganggu ibadah, mengganggu ketenangan, dan sebagainya.

Kedua: Kotorannya Menimbulkan Kuman. Kotoran Burung Walet kalau sudah kering dapat menimbulkan kuman. Sehingga, bisa mengganggu kesehatan warga. Ketiga: Menyebabkan Flu Burung. Kalau tidak diantisipasi, tentu sangat berbahaya. Keempat: Menjadi Sumber Penyakit. Limbah hewan burung Walet, bisa menjadi tempat biaknya penyakit kalau tidak dikelola dengan baik.

Kelima: Menyebabkan Lumpuh. Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Mas Nurjitu mengatakan, burung Walet bisa menyebabkan 24 jenis penyakit pada manusia, jika letak kandangnya tidak sesuai dengan aturan. Orang yang terkena virus ini akan merasa pusing, lemas dan cepat lelah. Penyakit yang ditimbulkan sangat berbahaya. Jika virus tersebut menyerang syaraf, maka bisa menyebabkan kelumpuhan. Keenam: Berdampak pada Kebersihan Air. Jika atap rumah warga sudah dipenuhi kotoran hewan burung walet, akan berdampak buruk kepada penampungan air yang terkena kotoran. Ini bisa menjadi sumber penyakit.

Ketujuh: Lingkungan Terasa Sempit. Makin hari, semakin sesak, sempit dan mencekam. Dengan banyaknya bangunan burung Walet yang berkeliaran di depan, belakang, kanan, kiri, rumah warga Kedelapan: Polusi Udara. Anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan sangat membutuhkan udara segar, tanpa polusi dari sarang burung Walet yang semakin menjamur di mana- mana.

Kesembilan: Penyebab Demam Berdarah. Ada bak-bak penampungan pada bangunan tersebut yang tentunya menjadi sasaran empuk bagi nyamuk Aedes Aeghepty, sehingga sangat rentan dengan ancaman penyakit DBD.

Kesepuluh: Kotoran Bertebaran Mengganggu Pemandangan. Pemilik burung Walet kadang tak kenal tata krama sehingga kotoran burung Walet berjatuhan di sembarang tempat. Tepatnya, di atas permukiman warga. Kita tahu ini merupakan bisnis halal. Tapi bukan berarti bisa gelap mata dan tidak punya hati membangun sembarangan dan tidak pada tempatnya. Pemerintah seharusnya dapat mengambil kebijakan dari masalah ini. Bagi warga sekitar diharapkan dapat lebih berhati-hati dan merawat kebersihan air agar terhindar dari ancaman penyakit. Kesebelas: Stres. Bagi pencinta burung, sangat kecil kemungkinan bisa stres hanya karena mendengar suara burung. Malah justru suara tersebut membuat mereka menjadi nyaman. Namun nyatanya, tidak semua orang suka dengan suara burung. Bahkan, ada yang menganggap suara burung sebagai sebuah
gangguan.

Keduabelas: Gangguan Fungsi Jantung. Burung walet merupakan hewan yang dapat mengeluarkan suara bising secara terusmenerus di atas 80 dB. Sudah pasti, hal tersebut dapat merugikan manusia. Bahkan, membuat manusia terjangkit berbagai penyakit, terutama yang berhubungan dengan indera pendengaran. Tak hanya itu saja, efek samping yang dapat ditimbulkanberupa perubahan denyut nadi, tekanan hingga yang terparah adalah gangguan fungsi jantung. Namun bukan berarti, penyakit karena burng Walet ini tidak bisa dihindari. Anda bisa meletakkan
burung ini di tempat yang tidak terlalu dekat dengan rumah atau permukiman penduduk. Selain itu, penting juga untuk selalu menjaga kebersihan rumah Walet. Sebab, jika hal tersebut tidak dilakukan, maka akan menimbulkan penyakit demam berdarah. (*/adv)

3 Comments

3 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy