14 Ribu Peserta BPJS di Buton Ganda – Kendari Pos
Buton

14 Ribu Peserta BPJS di Buton Ganda

KENDARIPOS.CO.ID –Dinas Sosial Kabupatn Buton membeberkan 14 ribu data peserta penerima bantuan iuran (PBI) Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Kabupaten Buton bersifat ganda. Ribuan peserta itu selain terdaftar sebagai peserta BPJS penerima bantuan iuran (PBI) dari pemerintah pusat, juga terdaftar sebagai peserta BPJS tanggungan pemerintah daerah. Hal ini diketahui berdasarkan hasil verivali data yang dilakukan pihaknya selama tiga bulan. “Ada sekitar 14.000 yang kami temukan ganda,” ujar Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buton, Asnawi Jamaludi kepada Bupati La Bakry saat rapat kerja bersama para kepala desa, lurah dan camat di aula kantor Bupati Buton.

Lanjut, Asnawi menyebutkan keseluruhan jumlah penerima bantuan iuran (PBI) Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Kabupaten Buton baik yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belalanja negara (APBN) maupun anggaran pendapatan dan belalanja daerah (APBD) sebanyak 102 ribu peserta. Rinciannya, 57 ribu dari PBI APBN dan sebanyak 45 ribu PBI APBD.

BPJS

“Saya melaporkan bahwa, jumlah PBI APBN maupun APBD di Kabupaten Buton itu 103.000 kemudian PBI APBN itu 57.000 kemudian PBI APBD itu 45.000,” ujarnya. Ia menjelaskan dari 45 ribu warga miskin tanggungan pemkab sebanyak 13 ribu diantaranya tetap diaktifkan, sedangkan sisanya 32 ribu akan di non aktifkan.

“Nah, sekarang sebenarnya inikan PBI APBD kita dari 45.000 ini sesuai dengan TKS kemarin yang suda ditanda tangani itu dari 45.000 disisakan tinggal 13.000,” ujarnya. “Jadi ada 32.000 ini kita akan mengaktifkan. Jadi diluar 45.000 diluar APBN. Diluar orang miskin yang ditanggung APBN itu ada 32.000 yang akan di non aktifkan sampai dengan tanggal 20 bulan ini,” imbuhnya.

Untuk menuntaskan permasalahan itu, ia mengaku telah melakukan rapat kerja. Hasilnya, dibuatkan simulasi. “Hanya ini ada beberapa similulasi yang kami buat. Seandainya setiap desa kita bebankan 300 orang desa dan kelurahan itu jumlahnya semua adalah 28500, berarti masi ada sisa 3094 orang yang belum ditanggung,” ujarnya.

“Nah sisanya yang 3094 ini kalau kita semua mau bekerja, karena kemarin kami kerja selama tiga bulan. Dari 61000 setelah kami lakukan verivali pak. Ada sekitar 14.000 yang kami temukan ganda,” imbuhnya. Labih lanjut, Asnawi menjelaskan gandannya peserta BPJS di Kabupaten Buton disebabkan kartu BPJS yang di salurkan lewat jasa pos tak sampai ke tangan penerima manfaat. “Karena ini ternyata ada beberapa desa itu masi ada dulu kartu BPJS yang di bagi lewat kantor pos masi ada yang belum disalurkan kepada yang entah itu orangnya suda pindah atau suda meninggal,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Bupati Buton La Bakry menjelaskan permasalahan data seperti itu, sejak dahulu kerap terjadi. Hal ini menurut dia, disebabkan Kementrian saat menggunakan data tidak saling koordinasi dengan pemerintah Kabupaten. Akibatnya, masyarakat yang seharus layak menerima bantuan justru tidak terdaftar. “Padahal yang pada akhirnya yang dapat itu yang mestinya tidak dapat. Yang mestinya dapat dia tidak dapat,” ujarnya.

Lanjut, La Bakry menjelaskan ribuan peserta ganda penerima BPJS itu bukan angka yang sedikit. “Itu bukan angka kecil. Dan itu uang. Uang itu puluhan miliar. Tapi kalau data itu kita clearkan kita bisa hemat,” ujarnya. Bupati mengharapkan permasalahan ini cepat diatasi. Olehnya itu, ia mengharapkan para kepala desa berperan aktif dan mengambil data penerima BPJS di Dinas sosial untuk diverifikasi di setiap desa masing-masing. “Coba di bagi perdesa. Dikasi saja semua. Kan ada alamatnya. Kasi semua ke kepala desa. Itu nanti yang kita akan selesaikan. Supaya dia tuntas ini,” ujarnya. (BP/KP)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy