Ketua DRD Sultra ini juga mengatakan bahwa, ada banyak pekerjaan yang dilakukan pihaknya untuk mencetak lulusan yang bermutu. Salah satunya dengan terjun dan berpartisipasi dalam pembangunan pedesaan, melalui diwajibkannya mata kuliah pembangunan wilayah pedesaan serta memfokuskan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilakukan oleh mahasiwanya yang berbasis riset dan pengidentifikasian masalah di tempat pengabdiannya.

“Kita menginginkan dengan keberadaan Unsultra, bisa memberikan suatu hal yang positif bagi masyarakat, daerah dan juga bangsa. Sehingga, Unsultra akan dikenal sebagai institusi yang melahirkan alumni yang siap kerja dengan kompetensi yang dimilikinya,” imbuh Prof Andi Bahrun.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa saat ini, globalisasi dan ekonomi digital jelas tidak bisa dilepaskan oleh pengaruh besar teknologi, sehingga SDM yang disiapkan harus memiliki skill dalam bidang ini agar bisa menghadapi persaingan global yang ada. “Unsultra ingin alumni yang siap kerja, memberikan kontribusi besarnya terhadap pembangunan daerah, melalui kontribusinya pada instansi pemerintahan, swasta atau bahkan menjadi penggerak ekonomi kreatif dengan melahirkan peluang kerja bagi masyarakat lainnya,” tandas guru besar UHO tersebut. (idh/b)

Laman: 1 2