Bupati Buteng, Samahuddin (tengah) dan Fajar Ishak (dua dari kiri) bersama rekan alumni STIM-LPI saat menghadiri reuni akbar tahun 2018 di Kota Makassar.

KENDARIPOS.CO.ID — Bupati Buton Tengah (Buteng), H.Samahuddin sedang diterpa kabar tak menyenangkan. Ijazah sarjana ekonomi yang dipegangnya diisukan palsu. Isu itu ditepis Fajar Ishak, adik tingkat Samahuddin dialmamater Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Lembaga Pendidikan Indonesia (STIM LPI).

Anggota DPRD Sultra itu tampil membela seniornya. bupati Buteng, Samahuddin adalah senior dua tahun di atas Fajar Ishak. Tahun 2003, Samahuddin masuk kuliah di STIM LPI, Makassar. Hanya saja, Fajar Ishak lebih dulu lulus, karena Samahuddin pernah mengambil cuti kuliah. Tapi pada akhirnya dapat menyelesaikan studinya dan meraih gelar sarjana ekonomi.

“Ketika ada statement tentang data yang masuk itu hanya semester ganjil dan tertera 34 SKS, itu tidak benar. Kalau ingin melihat data valid langsung kroscek di data kampus. Kan tidak masuk akal, jika mahasiswa kuliah hanya semester ganjil dan tidak kuliah di semester genap tidak dikuliahkan. Itu cara berpikir pendek,” ujar Fajar Ishak, Minggu (15/12).

Politisi Hanura itu menjelaskan bagi mahasiswa yang akan ujian skripsi dan yudisium tidak bisa melaksanakan ujian apabila jumlah jumlah SKS yang diselesaikan mahasiswa bersangkutan belum mencukupi. Sementara Samahuddin menjalani ujian awal (proposal) sampai skripsi. Berarti dia telah memenuhi persyararatan jumlah SKS. Dan wajar apabila dia dinyatakan lulus dan berhak menyandang sarjana S1 ekonomi.

“Tahun 2018, alumni STIM LPI Makassar menggelar reuni akbar. Para alumni ini hadir, termasuk Bupati Buteng, Samahuddin. Kehadirannya disambut hangat para kolega dan rekan seangkatannya. Dosen pun juga begitu.
Bahkan Samahuddin mendapat anugerah dengan ditunjuk sebagai pembicara pada reuni tersebut,” jelas Fajar Ishak.

Tudingan sepihak yang dialamatkan kepada Bupati Buteng menurut Fajar Ishak, bukan hanya dapat merusak reputasi pribadi Samahuddin. Namun reputasi kampus STIM LPI juga akan terdampak. Sebab akan dianggap telah menerbitkan ijazah yang diduga palsu bagi mahasiswanya.

Laman: 1 2