Penyiram Novel Baswedan Ditangkap – Kendari Pos
Nasional

Penyiram Novel Baswedan Ditangkap

Penyidik senior KPK, Novel Baswedan (kanan) bersama pendukungnya saat menyuarakan agar pelaku penyiraman air keras kepada Novel segera ditangkap.

KENDARIPOS.CO.ID — Polri dalam kendali Kapolri asal Kota Kendari, Jenderal Idham Azis berhasil menangkap dua oknum kepolisian yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Kedua oknum polisi tersebut berinisial RM dan RB yang diduga anggota Polri.

Pakar Hukum Pidana Sultra, Dr.Hariman Satria mengatakan kinerja Kapolri Idham Aziz dalam mengungkap pelaku penyerangan terhadap Novel patut diapresiasi. Namun, ia menilai langkah tersebut bukanlah sesuatu yang istimewa. Pasalnya, kasus itu telah dibiarkan berlarut-larut dalam waktu yang sangat lama.

“Kapolri Idham Aziz sebelumnya merupakan Kabareskrim Polri. Yang ditugaskan Tito Karnavian (kapolri sebelumnya,red) untuk menuntaskan masalah Novel. Sayangnya, setelah bertahun-tahun baru bisa ada kejelasan. Itupun setelah pemerhati korupsi dan elemen masyarakat sipil bergerak menekan kiri kanan,” ujar Hariman kepada Kendari Pos, Jumat (27/12).

Lanjut dia, dalam level organisasi di tubuh kepolisian, Kabareskrim memegang peranan strategis. Masalah kriminal dari level ringan hingga berat semua ada dalam kendali Kabareskrim. Ia menyayangkan kinerja kepolisian yang lambat dalam menindak pelaku kejahatan apalagi berkaitan dengan upaya pemberantasan korupsi.

Secara psikologi, pegawai KPK mengalami tekanan dalam bekerja. Ada ketakutan karena tidak ada jaminan keamanan.
Padahal, kata dia, kepolisian sebelumnya bisa menangkap kelompok separatis di pelosok Papua hingga Mindanao Filipina dengan lebih mudah.
“Perkara Novel yang lebih sederhana tapi tidak bisa diungkap dengan cepat. Makanya kita tidak terkejut dengan penangkapan hari ini,” tutur pegiat anti korupsi Sultra ini.

Dalam ilmu kriminologi, penyerangan terhadap Novel merupakan kategori street crime. Kejahatan jalanan yang selevel dengan pencopet.
Secara teori seharusnya pengungkapan pelaku tidak akan sulit. Terlebih ada dukungan saksi, alat bukti yang jelas, CCTV, dan pengakuan Novel. Sehingga tidak ada alasan kasus bisa berlarut lama. “Tapi paling tidak publik bisa membaca konstelasi politik level nasional bagaimana sikap Kapolri dalam pemberantasan korupsi. Terus terang saya bukan orang yang suka berspekulasi lebih. Kita apresiasi polisi sudah bekerja tapi sekali lagi ini bukan sesuatu yang istimewa,” pungkasnya.

Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo memastikan pelaku penyiraman air keras kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan telah berhasil ditangkap. Mereka adalah RM dan RB. Keduanya merupakan anggota polisi aktif.

Listyo mengatakan, pengungkapan pelaku ini terjadi atas informasi signifikan yang ditemukan oleh Tim Teknis bentukan Polri. Informasi tersebut kemudian didalami, dan petunjuk mengarah kepada dua pelaku tersebut.

“Tadi malam kami Tim Teknis bekerjasama dengan Dankor Brimob telah mengamankan pelaku yang diduga melakukan penyiraman saudara NB. Jadi pelaku ada 2 orang inisial RM dan RB. Anggota Polri aktif,” kata Listyo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (27/12).

Meski begitu, Listyo belum menjelaskan kronologi penangkapan kedua pelaku penyiraman tersebut. Begitu pula dengan Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Argo Yuwono. Dia hanya memastikan penangkapan dilakukan di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, pada Kamis (26/12) malam.

Laman: 1 2 3

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy