Penghapusan Kata Jihad di Kurikulum Hilangkan Jejak Islam

Prof. Dr. Abdullah Alhadza.

KENDARIPOS.CO.ID — Rencana Menteri Agama (Menag) RI untuk mencabut seluruh materi yang mengandung khilafah dan perang atau jihad dalam ujian maupun kurikulum di madrasah-madrasah memunculkan penolakan dan tanggapan beragam. Pengamat Pendidikan Sulawesi Tenggara (Sultra), Prof Abdullah Alhadza termasuk dalam golongan orang yang menolak rencana tersebut.

Kata dia, rencana penghapusan tersebut terkesan over acting (lebih dari akting), karena kalimat khilafah dan jihad itu merupakan fakta sejarah yang mempunyai esensi dari agama Islam.

Tinggal bagaimana memaknai kalimat khilafah dan jihad, kata dia, disitulah peran guru untuk menafsirkan kearah yang positif bukan kearah yang negatif. “Itu tidak mungkin dihapus karna fakta sejarah, kalau betul-betul menghapus berarti sama saja menghapus Al-quran,” ujarnya, Jumat (27/12).

Laman: 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *