Nikmat Sekejap, Berkalang Tanah : 2019, Sebaran Virus HIV/AIDS di Sultra Capai 1.007 Kasus – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Nikmat Sekejap, Berkalang Tanah : 2019, Sebaran Virus HIV/AIDS di Sultra Capai 1.007 Kasus

KENDARIPOS.CO.ID — 1 Desember kemarin adalah hari Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). Kasus Human immunodeficiency virus (HIV) dan AIDS di Sultra seperti fenomena gunung es. Kasus yang nampak di atas permukaan dimungkinkan lebih kecil daripada kondisi sesungguhnya di bawah permukaan.

Asumsi sebagian orang, wanita pekerja seks (WPS) adalah individu yang paling rawan tertular HIV/AIDS. Sesungguhnya asumsi itu salah besar. Justru ibu rumah tangga (IRT) paling berisiko tertular virus HIV. (lihat grafis). Padahal lebih banyak menghabiskan waktu di dapur dan mengurus anak. Umumnya mereka terpapar dari perilaku pasangannya yang doyan “jajan” di luar rumah atau sang suami yang memakai jarum suntik untuk napza yang tidak steril. Sadar atau tidak, sang suami demi beroleh nikmat sesaat justru mengantarkan istri dan anak menjemput ajal. Nikmat sekejap, berkalang tanah.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sultra menunjukkan penderita HIV/AIDS tahun 2019 tercatat ada 275 kasus. Terjadi peningkatan dari tahun 2018 yang berjumlah 210 kasus. Berdasarkan latar belakang pekerjaan, kelompok ibu rumah tangga (IRT) berada di peringkat pertama. Sedangkan WPS berada di peringkat terbawah.

Sebaran HIV/AIDS di Sultra berdasarkan latar belakang pekerjaan yakni IRT sekira 63 kasus. Disusul, wiraswasta sekira 45 kasus, pekerja swasta 39 kasus. Lalu PNS/TNI/Polri sekira 25 kasus, perantau 18 kasus. Selain itu,
buruh, petani, nelayan sekira 14 kasus, pelajar dan mahasiswa 11 kasus, wanita pekerja seks (WPS) hanya 11, dan lain-lain sekira 49 kasus. Dari 275 kasus HIV/AIDS itu, Dinkes Sultra mencatat 26 orang meninggal dunia.

“Periode Januari hingga September 2019 ini, telah ditemukan 275 orang kasus baru. Dengan kisaran umur terbanyak pada usia produktif dan kecenderungan peningkatan kasus pada kelompok Ibu Rumah Tangga (IRT),” ujar dr. Irma, Kepala Seksi Penyakit Menular Dinkes Provinsi Sultra, kemarin.

Menurut dr.Irma, rendahnya WPS terpapar virus HIV/AIDS dimungkinkan WPS sudah mengantisipasinya dengan menggunakan alat pengaman (kondom). Selain itu, mereka tak alergi dengan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Berbeda halnya dengan IRT. Mereka mudah tertular dari pasangannya karena gejala awal HIV tidak kasat mata sehingga IRT percaya saja kepada pasangannya.

Laman: 1 2 3

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy