Bupati Kolaka Utara (Kolut), Nur Rahman Umar (tengah) menyerahkan secara simbolis bantuan hibah perahu dan alat tangkap ikan kepada nelayan, Senin (9/12). Bupati mengajak nelayan di Kolut untuk melawan aksi illegal fishing, terutama bom ikan.

KENDARIPOS.CO.ID — Bupati Kolaka Utara (Kolut), Nur Rahman Umar ingin nelayan di wilayahnya hidup sejahtera dengan melimpahnya kekayaan biota laut sebagai sumber pendapatan. Agar biota laut tetap lestari, Nur Rahman Umar melakukan kampanye anti illegal fishing.

Dia mengajak nelayan untuk melawan segala bentuk penangkapan ikan yang melanggar hukum. Terutama penggunaan bahan peledak (handak). Dampak penggunaan handak bukan hanya memutus rantai perkembangbiakan ikan tetapi juga menghancurkan karang laut. “Ini penting bagi para nelayan, agar melaporkan para pelaku illegal fishing seperti adanya aksi bom ikan. Kami jamin kerahasiaan identitas pelapor demi kebaikan bersama,” pinta Nur Rahman Umar saat penyerahan bantuan sosial berupa perahu dan kartu pelaku usaha (Kusuka) kepada nelayan di kantor sekretariat daerah Pemkab Kolut, Senin (9/12).

Bupati Kolut, Nur Rahman Umar meminta nelayan yang hadir untuk mengadopsi kekompakan nelayan Desa Tobaku dan Katoi. Nelayan di dua tempat itu kompak melawan dan mengusir pelaku bom ikan yang mereka temukan. Dampak positifnya, warga Tobaku dan Katoi tak kehilangan sumber pendapatan karena ikannya melimpah.

“Di bagian utara daerah kita ini marak pembom ikan. Jangan harap gampang dapat ikan kalau karang-karang rusak. Tangkapan nelayan kita akan kurang karena dampak bom ikan,” ungkap Bupati Kolut, Nur Rahman Umar.

Laman: 1 2

1 Komentar

  1. Seharusnya tambang ilegal perlu di tindak tegas karna telah merugikan pemdan dan masyarakat kolak utara. Sekarang ini ada Salah satu prusahaan yang melakukan aktifitas penambangan tampa ada dokumen resmi / ilegal mining di dusun 4 desa sulaho.

Comments are closed.