Literasi Cara Efektif Menjawab Hasil PISA, Oleh : Prof. Hanna – Kendari Pos
Kolom

Literasi Cara Efektif Menjawab Hasil PISA, Oleh : Prof. Hanna

Prof Hanna

KENDARIPOS.CO.ID — Akhir-akhir ini para pemangku kepentingan di bidang pendidikan dan masyarakat sibuk dengan postingan, isu-isu bahkan terlibat perdebatan di warung-warung kopi tentang hasil PISA yang sangat mengejutkan.

Hasil ini bisa menjadi warning kita untuk memacu kemampuan meninggalkan ketertinggalan dari isu itu, melalui program literasi yang tepat. Hindari menghabiskan energi yang belum pasti bahkan keliru dalam menafsirkan pemikiran orang lain terhadap negara ini.

Literasi adalah istilah umum yang merujuk kepada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, literasi tidak bisa dilepaskan dari kemampuan berbahasa. Oleh karena itu bahasa sangat perlu, jauhkan pemikiran bahwa bahasa akan dihapus dari kurikulum.

Secara akrnomim, PISA adalah Programme for International Student Assesment yang digagas oleh OECD (Organization for Economic Cooperation and Development). Program ini adalah program internasional yang bergerak sesuai dengan namanya, tapi yang aneh merambat ke bidang pendidikan, kata salah seorang dalam diskusi di warkop.

PISA diselenggarakan setiap tiga tahun sekali. Tujuannya untuk memonitor literasi membaca, kemampuan matematika, dan kemampuan sains bagi siswa berusia 15 tahun dengan maksud mengevaluasi dan meningkatkan metode pendidikan di suatu negara. PISA dilaksanakan dalam bentuk tes bacaan, matematika, dan sains yang dikerjakan dengan durasi 2 jam.

Dalam pelaksanaannya, Indonesia menunjuk anak didik yang akan ikut tes ini secara acak dari berbagai daerah. Untuk memperlihatkan bahwa tingkat literasi baik dalam membaca, matematika, maupun sains sudah baik, maka OECD memiliki standar rata-rata internasional skor 500.

Indonesia mengikuti PISA pertama kali pada tahun 2000. Berada di urutan ke-38 dari 41 negara yang terlibat dengan skor rata-rata 377. Pada hasil PISA mengenai literasi membaca, Indonesia berada diperingkat ke-39 denga skor 371. Tahun 2003, 40 negara ikut PISA dan literasi membaca Indonesia mendapat skor 382. Hal ini menunjukkan peningkatan literasi membaca.

Tahun-tahun selanjutnya dilaksanakan tahun 2006, 2009, 2012, dan 2015. Jumlah negara yang turut serta pun semakin bertambah. Tahun 2015, 72 negara mengikuti PISA. Dari hasil tes, literasi membaca Indonesia mengalami puncak pada tahun 2009 dengan skor 402. Namun tahun 2012 mengalami penurunan skor menjadi 396 dan tahun 2015 mengalami kenaikan 1 skor menjadi 397.

Menurut UNESCO tingkat literasi membaca di Indonesia hanya 0,001 persen. Hal ini berarti dari 1000 orang, hanya 1 orang dengan minat baca tinggi. Terdapat fakta bahwa tingkat buta huruf di Indonesia kian menurun. Bahkan tahun 2015 Indonesia masih berada pada 10 besar peringkat terbawah yaitu peringkat 62 dari 72 negara dengan rata-rata skor 395. Hal yang menarik adalah dari ketiga aspek literasi yaitu membaca, kemampuan matematika, dan kemampuan sains meningkat dari tahun sebelumnya yaitu tahun 2012.

Laman: 1 2 3

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy