Kontras Curiga Penyiram Novel Disuruh “Pasang Badan”

Pakar hukum pidana Abdul Fickar Hadjar menilai, seharusnya Polri langsung memecat dua oknum polisi tersebut. Menurutnya, oknum Brimob itu telah melanggar etik kepolisian karena melakukan perbuatan pidana. “Jika sudah jelas pidana, maka etika profesionalnya sudah jelas dilanggar. Karena itu, seharusnya Polri sudah memecatnya tanpa harus melalui peneriksaan Propam,” kata Fickar, Senin (30/12).

Akademisi Universitas Trisakti ini pun menyesalkan, Polri hanya menjerat kedua pelaku dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan subsider Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. Padahal, kata Fickar, perbuatan pelaku tersebut sudah direncanakan.

“Perbuatannya merupakan perbuatan yang direncanakan disertai kesengajaan untuk menganiaya dan mengakibatkan luka berat, perbuatan ini memenuhi unsur Pasal 353 ayat (2) KUHP yang ancaman maksimalnya tujuh tahun,” tegas Fickar.

Tak hanya itu, Fickar pun menyebut kedua pelaku pun bisa dijerat dengan Pasal 21 UU Tipikor yang tertuamg di dalam UU Nomor 31/1999 jo UU Nomor 20/2001 terkait menghalangi penyidikan, ancaman hukumannya maksimal 12 tahun penjara. “Tuduhan KUHP atau Tipikor, pelakunya juga aparat negara maka dikenakan hukuman tambahan berdasarkan Pasal 10 KUHP dicabut haknya dari keanggotaan kepolisian,” harapnya.

Laman: 1 2 3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *