Namun, pihaknya juga mengimbau kepada mahasiswa untuk menyampaikan kritikanya sesuai dengan jalur yang benar. Apabila kasus tersebut terjadi dilingkungan kampus, maka mahasiswa harus melakukan diakusi sera penyelesaian masalah secara kekeluargaan kepada kepada pimpinan universitas, agar tidak terjadi lagi kasus serupa khususnya di Unsultra, sambung dia, mahasiswa sendiri kalau menemukan dugaan maladministrasi di kampus mesti mengkritisi melalui jalur-jalur yang benar. “Artinya, kalau masih bisa diselesaikan dalam kampus. Ya, diselesaikan secara internal saja. Tapi terkait layanan publik di luar kampus bisa saja sampaikan ke Ombudsman langsung,” ucapnya.

Sementara itu, Rektor Unsultra, Prof. Dr. Andi Bahrun, menuturkan, dirinya sangat mengapresiasi kedatangan Wakil ORI di Unsultra. Disamping itu, dirinya sangat berterima kasih kepada mahasiswa yang sangat interaktif mengikuti kegiatan kuliah umum ini.

Ia menjelaskan, kuliah umum berkontribusi dan sejalan dengan tradisi Unsultra selama ini menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul. Pihaknya pun siap untuk bermitra bahkan berencana melakukan Momerandum of Understanding (MoU) dengan ORI Sultra, dengan membuat forum yang lebih luas dengan menghadirkan pemerintah, stakeholder setempat untuk menciptakan pelayanan publik yang betul-betul baik ke depan.

“Tadi Wakil ORI sudah menyampaikan praktik-praktik kasus. Semoga tidak terjadi pada individu maunpun institusi khususnya Unsultra. Saya berharap, peserta kuliah umum dapat menyebarluaskan ilmu yang didapat ini,” tandas guru besar Fakultas Pertanian Universitas Halu Oheo tersebut. (idh/b)

Laman: 1 2