Dewan Pengawas KPK Rawan Intervensi

Ketua Dewan Pengawas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean saat pelantikan di Istana Negara Jakarta

KENDARIPOS.CO.ID — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengaku khawatir keberadaan Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memperumit kinerja lembaga antirasuah. Bahkan, adanya Dewas KPK dinilai rawan intervensi.

Politikus PKS Indra mengingatkan, potensi intervensi untuk meminta izin melakukan penyadapan cukup besar. Hal itu yang dinilai Indra akan memperlambat kinerja KPK dalam empat tahun ke depan. “Kalau ada pengawas itu mengkhawatirkan. Takutnya ada intervensi meminta izin untuk penyadapan. Kalau ada izin itu peristiwa pidana bisa terlewatkan. Ini akan memperumit memperlambat kinerja KPK,” kata Indra, Minggu (22/12).

Menurut Indra, fungsi pengawasan KPK selama ini sudah dijalankan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Sebab, DPR melalui Komisi III merupakan mitra kerja KPK. “Ini kan udah ada DPR,” imbuhnya.

Indra juga berpandangan, keberadaan Dewas KPK akan menimbulkan konflik interest. Selain itu, kata Indra, potensi kebocoran informasi saat melakukan penyadapan pun cukup tinggi. “Ketika ada penyadapan. Semakin banyak yang diberitahu penyadapan potensi bocornya semakin besar. Potensi konflik interest juga tinggi. Potensi kebocoran itu harus ditutup, karena koruptor ini orang hebat. Mereka punya potensi dana, kekuasaan, dan lain-lain,” ungkapnya.

Laman: 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *