BUMDes Topang Perekonomian Desa

Kepala DPMD Sultra, Tasman Taewa menyampaikan laporan tentang perkembangan desa di Sultra dalam rapat evaluasi Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Ballroom Phinisi Hotel Claro Kendari, Selasa (17/12).

KENDARIPOS.CO.ID — Sekira 1.911 kepala desa (Kades) dari 15 kabupaten se Sulawesi Tenggara (Sultra) memadati Ballroom Phinisi Hotel Claro Kendari, Selasa (17/12). Kehadiran mereka dalam rangka mengikuti rapat evaluasi Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kepala DPMD Sultra, Tasman Taewa, mendorong para Kades agar berupaya meningkatkan status desa dari berkembang menjadi desa maju dengan memanfaatkan dana desa (DD). “Tahun 2019 ini ada beberapa desa yang berubah status dari desa berkembang menjadi desa maju. Jumlah desa tertinggal juga mengalami penurunan yang cukup signifikan,” ujar Tasman Taewa, Selasa (17/12).

Menurutnya, tahun 2017, hanya 4 desa berstatus desa maju. Kini bertambah menjadi 20 desa maju. Harapannya, para kepala desa (Kades) nantinya semakin mengoptimalkan pemanfaatan dana desa agar status desa semakin meningkat.

Salah satu kabupaten yang memiliki desa terbanyak di Sultra, yakni Konawe Selatan (Konsel) dengan total 330 desa, kini mengalami perkembangan. Di kabupaten ini telah lahir 7 desa maju dan 189 desa berkembang yang diikuti dengan kemajuan status desa lainnya. Indikatornya, berkurangnya desa sangat tertinggal dan desa tertinggal. Hal serupa juga terjadi di kabupaten lainnya. “Beberapa upaya kami lakukan untuk mengentaskan stastus desa tertinggal misalnya dengan membedah permasalahan yang ada di desa tersebut,” tutur Tasman Taewa.

Laman: 1 2 3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *