BPTD Sultra Gelar Coffee Morning : Lembaga Lintas Sektor Sepakat Benahi Transportasi – Kendari Pos
Nasional

BPTD Sultra Gelar Coffee Morning : Lembaga Lintas Sektor Sepakat Benahi Transportasi

Dirlantas Polda Sultra, Kombes Pol Faizal SIK (enam dari kiri), Kepala Dishub Sultra, Hado Hasina (tujuh dari kiri), Dirut Kendari Pos Irwan Zainuddin (kemeja hitam), Kepala BPTD Wilayah XVIII Prov. Sultra, Benny Nurdin Yusuf (enam dari kanan) usai coffee morning, Selasa (10/12).


KENDARIPOS.CO.ID — Tata kelola transportasi di Kota Kendari masih semrawut. Maraknya angkutan umum berpelat hitam, fenomena kendaraan yang Over Dimension Over Load (Odol), serta munculnya terminal-terminal liar menimbulkan keresahan dan konflik di tengah masyarakat.

Menyikapi persoalan tersebut, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XVIII Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar diskusi yang dikemas dalam coffee morning di kantor BPTD Wilayah XVIII Sultra, Selasa (10/12). Sejumlah stakeholder terkait hadir di sana.

Mereka adalah Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sultra, Hado Hasina, Kepala Cabang PT. Jasa Raharja Sultra, Abubakar Aljufri, Pimpinan Cabang BRI Samratulangi, Edy Muthalib, Dirlantas Polda Sultra, Kombes Pol Faizal SIK, Dirut Kendari Pos, Irwan Zainuddin, serta perwakilan dari Dinas PU Kendari.

Kepala BPTD Sultra, Benny Nurdin Yusuf menyebut, pertemuan tersebut merupakan bentuk kepedulian para pemangku kepentingan untuk mendorong perbaikan tata kelola transportasi khususnya lalu lintas angkutan jalan, sungai, danau, dan penyeberangan wilayah Sultra.

Semangat menghadirkan zona keselamatan transportasi di Sultra menjadi alasan para stakeholder untuk bersama-sama membicarakan hal-hal yang menjadi tupoksi masing-masing guna melakukan penataan.

“Beberapa persoalan yang menjadi pembahasan antara lain bagaimana penertiban terminal liar, dan angkutan bus yang beroperasi tidak sesuai tata cara pemuatan. Terminal A, B, dan C akan mulai difungsikan kembali,” ujar Benny Nurdin, kemarin.

Salah satu kesepakatan yang dihasilkan dari pertemuan itu yakni membentuk tim terpadu yang terdiri dari Dishub, Jasa Raharja, Kepolisian, serta Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) yang akan terlibat sebagai pengawas dari pihak eksternal.

Tim terpadu ini nantinya akan membenahi dan menata transportasi yang lebih baik. Targetnya, di awal tahun 2021 tidak ada lagi angkutan tak berizin. Angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) juga tidak boleh lagi masuk dalam kota.

Benny membeberkan, kendaraan angkutan dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang masuk ke Kendari kerapkali melanggar peraturan. Kendaraan-kendaraan “ngeyel” tersebut akan dikenakan sanksi jika kedapatan.

“Saya sudah komitmen dengan Dirlantas Polda Sultra, jika ada kendaraan yang diyakini tidak memenuhi persyaratan teknis, layak jalan, dan melanggar tata cara pemuatan, maka akan kami setop operasinya. Sudah ada tiga unit kendaraan yang kami kirim ke PJR Polda. Wajah kota ini kan sangat ditentukan oleh tata kelola transportasinya. Kita ingin dorong pembenahan itu,” bebernya.

Poin-poin pembahasan dari coffee morning itu, kata Benny, akan ditembuskan ke BPTD Wilayah XIX Sulsel dan Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI. “Kami yakin BPTD Sulsel juga melakukan yang terbaik. Mungkin saja koordinasi dan integrasi penanganan yang belum kompak. Coffee morning ini menjadi wadah menghimpun kekuatan dari seluruh stakeholder untuk menangani permasalahan,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Kadis Perhubungan Sultra, Hado Hasina mengakui kurang tertatanya transportasi di wilayah Sultra. “Masih ada angkutan yang belum dilengkapi persyaratan. Mobil-mobil pelat hitam telah menyandera damri, terminal tidak berfungsi sebagaimana mestinya, dan berbagai persoalan lainnya. Hal-hal ini harus dibenahi dan tentu butuh kerja sama semua pihak,” tutur Hado, kemarin.

Untuk mengkoordinir seluruh stakeholder, lanjut dia, maka dibutuhkan payung hukum. Dirinya akan segera bersurat ke Gubernur Sultra, Ali Mazi. Harapannya, gubernur nanti mengeluarkan surat keputusan tentang upaya penertiban dan penanganan permasalahan lalu lintas di Sultra. Termasuk melibatkan seluruh pemerintah kabupaten dan kota.

Dijelaskannya, untuk menghasilkan wajah transportasi yang baik, maka perlu integrasi antara bandara, pelabuhan, serta terminal. Tata kelola transportasi Sultra sejauh ini belum mampu menciptakan keamanan, kenyamanan, dan keselamatan baik bagi pengendara maupun penumpang.

Laman: 1 2 3

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy