99 Persen Kebakaran Hutan dan Lahan di Sultra Akibat Ulah Manusia

KENDARIPOS.CO.ID — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sultra tak terjadi secara alamiah akibat musim kemarau. Insiden itu 99 persen disebabkan ulah manusia secara sengaja dan tanpa sengaja. Hal itu disampaikan oleh Komanda Daops Manggala Agni Tinanggea, Fanca Yanuar, saat ditemui Kendari Pos.

Fanca mengatakan, tahun ini hampir seluruh kabupaten/kota itu terdapat Karhutla. Namun untuk dampak dan luas lahan yang terbakar Kolaka Timur (Koltim) menjadi daerah yang paling besar. “Untuk Koltim itu sekitar seribuan hektar lebih. Koltim paling berat, dampak asapnya bahkan mencapai 3 kabupaten,” pungkasnya.

Karhutla Sumatra dan Kalimantan, kata dia, bisa saja disebabkan faktor alam. Namun Karhutla di Sultra, menurutnya, bisa dikatakan tak ada penyebab alam. “Kalau daerah Pulau Jawa itu faktor pemicu Karhutla karena adanya gunung berapi, sedangkan faktor pendukung itu angin dan lain-lain,” tuturnya. Sementara di Sultra, Fanca mengungkapkan Kahurtla 99 persen itu faktor ulah manusia. Buktinya, lembaganya menemukan beberapa orang membakar lahan dan hutan. Seperti Karhutla yang terjadi di Kolaka, itu disebabkan faktor manusia.

Fanca tak menampik bila adanya keterlibatan perusahaan yang menyebabkan Karhutla di Sultra. Karhutla di tahun 2017, ada dugaan keterlibatan oknum perusahaan. Begitu pula di tahun 2018. “Tapi pada 2019, menurutnya, dugaan keterlibatan perusahaan itu kecil. Tapi tetap saja ada, misalnya dugaan untuk keterlibatan PT Sari di Koltim yang sekarang dituntut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan senilai Rp 400 miliar. Tahun ini tuntutan itu dilayangkan, sedangkan kejadiannya tahun 2018. (yog/c)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *