Tingkatkan Produksi dan Mutu Kakao, Bupati Kolut Bidik Pasar Eropa – Kendari Pos
Kolaka Utara

Tingkatkan Produksi dan Mutu Kakao, Bupati Kolut Bidik Pasar Eropa

KENDARIPOS.CO.ID — Bupati Kolaka Utara (Kolut), Nur Rahman Umar memiliki keinginan besar menjadikan daerahnya sebagai sentral komoditi kakao. Tak heran, pasangan H Abbas ini begitu perhatian dalam meningkatkan produksi maupun kualitas kakao asal Bumi Patampanua. Apalagi Kakao Kolut merupakan salah satu jenis terbaik. Upaya orang nomor satu di Kolut ini bukanlah hal mustahil. Terlebih pangsa pasar kakao cukup menjanjikan. Tidak hanya ditingkat regional, Nur Rahman Umar bahkan membidik pasar Eropa.

Program revitalisasi kakao sambungnya, diluncurkan pemerintah tidak hanya sekedar membagikan bibit dan melepasnya begitu saja usai ditunaikan. Pemkab melalui jaringan dibawah Dinas Perkebunan memprospek melalui pendampingan, pemenuhan pupuk hingga perawatan menjelang masa panen. “Melalui kakao centre Kolut kedepan petani tidak hanya didorong meningkatkan produktifitas namun juga kualitas. Olehnya itu selain mendampingi sepanjang revitalisasi akan diikuti kedepan terkait bisnis di dalamnya,” tutur Bupati.

Bupati Kolaka Utara (Kolut), Nur Rahman Umar (kiri) bersama stafnya mengecek salah satu kebun kakao remaja produktif. .

Petani didorong berperan ganda dimana sebagai pelaku (petani) juga pemeran bisnis akan komoditinya sendiri. Jika sebelumnya pada masa kejayaan era lampau berburu jumlah panen maka saat ini akan diarahkan pada tahap inovasi. “Contohnya sendiri mengembangkan kakao fermentasi, kami membuka kerjasama dengan perguruan tinggi untuk memproduksi biji kakao itu menjadi serbuk hingga coklat kemasan,” paparnya. Dibalik itu, pemerintah berupaya melangkah lebih jauh dengan mengincar pasar eropa. Pihaknya melalui Dinas Perkebunan yang mencoba mengembangkan kakao fermentasi itu juga telah mengirim sampel ke perusahaan-perusahaan luar negeri guna diuji lab semisal Prancis.

Pemkab berupaya menyesuaikan dengan standar mutu kakao yang mereka butuhkan sebagaimana yang sudah dilakukan para petani di Bali. Hasil uji lab itu sementara ditunggu dari pihak perusahaan. Jika lolos maka Kolut siap produksi kakao fermentasi besar-besaran dan jika belum maka akan diperbaiki kembali hingga sesuai standar. “Secara aromatik (bau) kakao fermentasi Kolut bagus, tetapi apakah sesuai standar pasar harus melalui uji lab,” imbuhnya.

Secara garis besar, ada tiga sasaran pemerintah yakni peningkatan produksi, kualitas dan petani menjadi produsen sekaligus pebisnis. Olehnya itu, sedari awal pemerintah terus memotivasi petani agar beramai-ramai menanam kakao. Pasalnya, Kolut telah ditetapkan sebagai kawasan sentra pengembangan kakao dari pemerintah pusat.

Jika kakao Kolut lolos tahap uji, sudah dipastikan hasilnya akan mengalir pasar di eropa. Target produksi melalui revitalisasi dua ton per hektare. Posisinya, pemerintah hanya memfasilitasi. Semuanya akan berimbas pada petani sendiri. Setidaknya ada 20 indikator dalam proses pengujian. Jika belum memenuhi maka mereka (perusahaan) tentu memberikan laporannya yang perlu dibenahi dan ditingkatkan hingga kakao petani kita sudah bisa memenuhi standar mereka. “Kita upayakan itu agar bisa tercapai. Jika ada kendala konsultasikan langsung agar kita bersama-sama menyelesaikannya,” pungkasnya. (b/rus)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy