Tambang PT. WIN di Konsel Kian “Beringas” : Rumah Warga, Sekolah Hingga Masjid Tercemar, Pemda Diam

Informasi yang dihimpun Kendari Pos, warga Desa Torobulu sudah sering kali mengadukan persoalan pencemaran udara tersebut. Namun, tak kunjung ada solusi dari pihak terkait. Rosnia mengaku suaminya sudah pernah mengadukan persoalan itu ke pemerintah desa. “Suami saya marah melihat debu tebal menutupi atap rumah. Dan mengadukan soal debu kepada kepala desa. Tapi tidak ada tanggapan. Sebenarnya saya ingin juga pergi demo waktu itu bersama warga lain, tapi tidak jadi. Saya dan keluarga pasrah saja,” imbuhnya.

Masih kata Rosnia, polusi udara itu sudah berlangsung sejak tiga bulan lalu. Informasi yang diperolehnya, aktivitas perusahaan akan berakhir bulan Desember. “Ini katanya selesai sampai bulan 12. Tapi apapun itu, kita hanya sabar saja. Karena ada juga warga lain yang terkena dampak, tapi ada orang suruhan perusahaan yang bertugas mengepel dan membersihkan rumah warga setiap hari,” tutur Rosnia.

Sementara itu, Kepala Desa Torobulu, La Godo yang berusaha dikonfirmasi Kendari Pos tak berada di kediamannya. “Oh Pak Kepala Desa sedang keluar,pak,” kata seorang ibu saat Kendari Pos saat bertandang di rumah La Godo, kemarin.

General Manager (GM) PT.WIN, Ahmat Hidayat saat coba dikonfirmasi belum bisa memberikan tanggapan terkait polusi udara yang meresahkan warga Torobulu. “Saya lagi bersiap meeting. Sabar ya. Nanti saya hubungi,” ujarnya via aplikasi pesan WhatsApp. Namun hingga sore kemarin, jawaban Ahmat tak kunjung muncul. (kam/b)

Laman: 1 2 3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *