Tambang PT Jagad Raya Tama di Konsel Serobot Lahan Warga : Ribuan Pohon Jati Digusur, Pemda Tutup Mata – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Tambang PT Jagad Raya Tama di Konsel Serobot Lahan Warga : Ribuan Pohon Jati Digusur, Pemda Tutup Mata

KENDARIPOS.CO.ID — Aktivitas PT Jagad Raya Tama yang bergerak dibidang pertambangan di perbatasan Kiaeya dan Desa Watumerembe Kecamatan Palangga, Kabupaten Konawe Selatan menyerobot lahan warga.

Rifai (46) warga yang mengaku lahannya diserobot, Kepada Kendari Pos mengaku, perusahaan yang tersebut telah menggusur area kebun jati miliknya tanpa sepengetahuannya. Ia menjelaskan, luas lahan yang diserobot sudah mencapai 1 hektar. Penuh dengan tanaman jati yang sudah berumur 4 tahun.

Aktivitas tambang PT Jagad Raya Tama di Konsel.

“Lahan saya ada sekitar 2,5 hektar. Yang sudah diserobot sekitar 1 hektar pak. Pokoknya jati saya sudah 4 tahun tumbuh. Sudah satu Minggu mereka menggusur belum pernah ada konfirmasi dari perusahaan sama saya,” keluhnya.

Ia mengatakan, sebelumnya dia pernah bertemu dengan pihak perusahaan PT Jagad Raya Tama yang diwakili Dodi Wisnu. “Nah Wisnu itu langsung ajak saya hitung perpohon, nah saya bilang kalau 50 ribu oke, kan ada sekitar 4 ribu pohon semua,” ceritanya.

Tambang PT Jagag Raya Tama yang menggusur pohon jati warga.

Hingga aksi penggusuran berlangsung, sambung Rifai tidak pernah lagi ada komunikasi dengan pihak perusahaan.
“Diam-diam mereka langsung main gusur, makanya saya tidak terima. Saya sudah lapor ke pemerintah tapi tidak ada kelanjutannya,”kesalnya.

Sementara itu, Camat Palangga Ivan Ardiansyah, S.STP mengungkapkan, pihaknya sudah pernah melakukan cek lokasi terhadap lahan warga yang di duga diserobot oleh perusahaan tersebut.

“Setelah ada laporan masyarakat, saya langsung turun lapangan dan cek lokasi. Setelah itu saya berusaha memanggil pihak terkait untuk mencari solusi atas sengketa lahan ini,” imbuhnya.

Secara terpisah, perwakilan Perusahaan PT Jagad Rayatama, Wisnu Adi Pradana saat dikonfirmasi Kendari Pos via WhatsUpp tidak menampik adanya aktivitas penggusuran lahan tersebut. Namun dirinya berupaya membela diri.

“Tidak ada yang di serobot disitu. Seharusnya setelah ada IUP tidak boleh lagi menanam. Itu aturannya karena tanamanya itu setelah ada IUP baru dia tanam,” tepisnya singkat.

Dari pantauan Kendari Pos di lapangan, alat berat perusahaan PT Jagad masih sementara beroperasi dan menggusur lahan dan tanaman jati milik warga yang jadi korban sewenang-wenang perusahan tersebut.(kam)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top