Tambang Bikin Sengsara Warga Batu Putih Kolut : Sumber Air Tercemar, Kebun Cengkih Rusak – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Tambang Bikin Sengsara Warga Batu Putih Kolut : Sumber Air Tercemar, Kebun Cengkih Rusak

KENDARIPOS.CO.ID — Kehadiran perusahaan tambang, sejatinya memberi secercah harapan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Kondisi ideal itu berbanding terbalik di Desa Tetebawo, Kecataman Batu Putih, Kolaka Utara. Kehadiran PT Raidili Pratama melakukan penambangan ore nikel selaku Joint Operation (JO) PT Tambang Mineral Maju (TMM) justru membawa kesengsaraan.

Warga Desa Tetebawo justru terzalimi. Lahan perkebunan cengkih mereka diduga dicaplok dan dijadikan hauling oleh pihak perusahaan. Pemilik lahan tak mendapat kompensasi ganti rugi tanaman. “Mereka (perusahaan) membuatkan jalan (hauling) dan menimbun kebun cengkihku. Sudah pasti sedih, karena tanaman itu dipelihara sekian lama. Tidak ada juga ganti rugi,” ucap Hj.Andi Emmi, warga Desa Tetebawo, Selasa (12/11).

Hj.Emmi kini menjadi orang asing di lahan miliknya. Setiap kali masuk ke wilayah itu dan hendak ke kebunnya, Hj.Emmi diwajibkan meminta izin lebih dulu. “Mereka pasang portal dan disuruh bawa surat. Tidak boleh bawa handphone. Masa mau masuk ke kebun sendiri dipersulit,” ujarnya. Derita Hj.Andi Emmi dan warga desa kian bertambah panjang. Sumber air tercemar oleh limbah perusahaan. Kebun cengkih masyarakat menjadi lokasi pembuangan Over Burden (OB), semacam lapisan batuan penutup atau batuan sisa. Sumber air, Sungai Latowu berubah berwarna merah.

Hj.Andi Emmi, warga Desa Tetebawo saat berada di jalan tambang.

Hj.Emmi menuturkan sudah pernah ada mediasi oleh Pemerintah Desa Tetebawo dan camat setempat dengan pihak perusahaan namun tidak kunjung ada kabar baik diterimanya. Warga Desa Tetebawo sudah mulai geram dan berniat menutup jalan karena kebun mereka menjadi rute operasi setiap hari perusahaan. “Saya sudah melapor ke Polres Kolut. Kalau tidak ada tindakan aparat atau pemerintah akan nasib kami maka kami akan menutup akses perusahaan. Sebab, akses jalan perusahaan adalah lahan kami. Tolong dengar jeritan kami,” ungkap Hj.Andi Emmi.

Pantauan Kendari Pos, terdapat aktivitas pengerukan ore di Desa Tetebawo. Kapal tongkang terlihat sibuk mengangkut ore. Informasi yang dirangkum dari masyarakat menyebutkan ada beberapa perusahaan yang bergerak dan diduga tidak memiliki dokumen jelas. Perusahaan yang disebutkan masyarakat mengeruk di luar IUP seperti PT TMM, PT. Kasmar Tiar Raya dan PT. Kurnia Mining Resources.

Sungai Latowu, Desa Tetewawo Kolut yang tercemar

Anehnya Pemkab Kolaka seperti menutup mata. Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DMPTSP) Kolut, Asdar mengaku tidak tahu menahu ada aktivitas penambangan di Desa Tetebawo. Alasannya, daftar perusahaan yang tercatat di Pemprov Sultra tidak pernah ditembuskan ke instansinya. “Bagaimana kami tahu, data perusahaannya saja kami tidak pernah dikirimkan. Setidaknya diinfokan saja. Karena bagaimana pun ini wilayah kami,” ucapnya.

Direktur PT Kurnia, Ilham mengaku perusahaan miliknya sudah lama tidak beroperasi. Soal kapal tongkang yang beraktivitas di jetty (pelabuhan) miliknya, Ilham menuturkan tak pernah memberi izin pemuatan. “Sebenarnya saya yang juga mau melapor karena ada juga yang sering masuk ke wilayah Kurnia melakukan penambangan,” terangnya. (rus/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy