Sudah Sehat, Kembar Siam Akila-Azila Pulang Kampung : Biaya Hidup Ditanggung Pemkot – Laman 2 – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Sudah Sehat, Kembar Siam Akila-Azila Pulang Kampung : Biaya Hidup Ditanggung Pemkot

Asisten I Setprov Sultra, Syarifuddin Safaa mewakili Gubernur Sultra, Sekot Kendari Hj.Nahwa Umar, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, drg.Rahminingrum dan Ketua TP PKK Kota Kendari, Sri Lestari mewakili Wali Kota Kendari menghadiri serah terima Akila-Azila dari Pemprov Jawa Timur dan tim dokter RSUD dr.Soetomo.”Alhamdulillah, kondisinya baik dan sehat. Sore ini (kemarin-red) akan kami bawa ke Sultra didampingi oleh Ibu Wali Kota, Sri Lestari, Sekot Kendari, Nahwa Umar dan Kadis Kesehatan Kendari. Insya Allah tiba di Kendari pukul 18.00,” ujar Syarifuddin Safaa saat dihubungi Kendari Pos, Jumat (15/11).

Meski sudah sehat, Akila-Azila rupanya belum bisa langsung pulang ke rumah. Keduanya masih harus mendapat perawatan di RS Kota Kendari. “Setelah tiba di Kendari akan dirawat dulu di RS Kota Kendari, selanjutnya kalau sudah membaik akan dirawat di rumah. Biaya transportasi pemulangan Jayasrin sekeluarga ditanggung Pemprov Sultra, Pemkot Kendari dan Pemprov Jatim. Kita urunan,” ungkap Syarifuddin Safaa.

Pantauan Kendari Pos di RS Kota Kendari, Akila-Azila tiba di Gedung Private Medical Care Centre (PMCC) RSUD Kota Kendari sekira pukul 19.30 Wita. Ketua Komite Medik, dr. Hery Irawan mengatakan, setelah dilakukan kondisi Akila-Azila akan tetap dipantau hingga usia 18 tahun. Sebab, plat dada di tubuh keduanya harus menyesuaikan dengan tumbuh kembang bayi kembar tersebut. “Harus selalu dipantau, karena akan ada rekonstruksi tulang dari usia 7 sampai 18 tahun. Sampai usia 18 tahun, mereka akan ditangani dan dalam pengawasan dr. Yeni Haryani, SP.A,” ujarnya saat konferensi pers di RSUD Kota Kendari, semalam.

Dokter spesialis anak, dr. Yeni Haryani, SP.A memastikan kondisi pertumbuhan dan status gizi Akila secara umum baik. “Karena usia mereka sudah lebih setahun saat dioperasi, jadi keuntungannya bisa lebih cepat sembuh, tapi dampaknya pada kontraktur (kelainan atau “pemendekan permanen” dari otot atau sendi) tulang mereka. Makanya, dua-duanya akan terus menjalani rehabilitasi. Sejauh ini, kendala kita karena ada gangguan bahasa, keduanya sulit bicara karena selama ini jarang bertemu orang juga,” ungkapnya.

Adapun Azila punya masalah sistim pencernaan, karena otot perutnya tidak lengkap, jadi harus dibantu buang air besar. Saat ini, orangtua mereka sudah dilatih ahlinya. “Saya sudah lihat sendiri orangtuanya bisa membantu Azila untuk buang air besar,” ungkap dr. Yeni Haryani, SP.A.

Laman: 1 2 3

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy