Kondisi Stock Beras di Bulog

KENDARIPOS.CO.ID — Musim kemarau yang melanda seluruh wilayah sentra penghasil beras di Sulawesi Tenggara (Sultra), tidak berpengaruh terhadap ketersediaan stok beras di Bulog. “Produktivitas petani di Sultra cukup baik. Meski kemarau, hasil panennya tetap bagus sehingga kami selalu menyerap berasnya,” ujar Ermin Tora, Kepala Bulog Divre Sultra, Selasa (12/11).
Banyaknya beras petani yang terserap membuat Bulog Sultra saat ini surplus 2.000 ton. “Kami ditarget menyerap sebanyak 12.000 ton. Nah, saat ini kami sudah serap 14.000 ton dari petani yang ada di Konawe, Bombana, Kolaka Timur, Konawe Selatan dan Kolaka serta beberapa kabupaten lainnya,” ungkapnya.
Dengan jumlah tersebut, lanjut Ermin, stok beras yang ada di gudang Bulog dipastikan akan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga 20 bulan mendatang atau sampai Juli 2021. “Kebutuhan masyarakat Sultra paling banyak 750 ton perbulan. Jadi kami pastikan beras yang merupakan bahan pokok utama bisa terpenuhi. Jadi tidak perlu khawatir dengan musim kemarau ini,” tuturnya.
Sekadar informasi, beras Bulog kelas medium dibanderol Rp 8.100 per kilogram. Harga tersebut diperuntukkan khusus agen penyalur Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang telah ditentukan oleh pemerintah untuk kemudian disalurkan bagi seluruh Keluarga Penerima Manfaat (KPM). “Intinya kami menjamin ketersedian beras untuk masyarakat. Tentunya dengan kualitas terbaik walaupun beras kelas medium,” tandasnya. (b/ags)