SKCK Tak Bisa Nilai Perbuatan Tercela Cakada – Kendari Pos
Politik

SKCK Tak Bisa Nilai Perbuatan Tercela Cakada

Hidayatullah

KENDARIPOS.CO.ID — Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI tengah merancang revisi Peraturan KPU (PKPU) mengenai syarat pencalonan dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020. Dalam draf rancangan tersebut, salah satu bunyi pasalnya yakni melarang seseorang yang pernah melakukan tindakan asuslila untuk mencalonkan diri sebagai kepala daerah. Tindakan asusila yang dimaksud antara lain judi, mabuk, memakai/mengedarkan narkotika, zina, dan perbuatan tercela lainnya. Untuk membuktikan bahwa bakal calon kepala daerah tidak pernah melakukan perbuatan tercela ini, KPU akan mewajibkan setiap bakal calon kepala daerah (Cakada) memenuhi syarat administrasi berupa Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).
Namun, penggunaan SKCK dalam persyaratan calon tersebut dinilai tidak tepat. Menurut Ketua Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Sulawesi Tenggara (Sultra), Hidayatullah, polisi tidak memiliki kewenangan untuk mengukur moral tiap warga negara. Kualitas calon kepala daerah harusnya masuk dalam metode uji publik. Apakah perilaku yang bersangkutan tercela atau tidak, akan dinilai oleh publik melalui mekanisme yang diatur sedemikian rupa.
“Bagi saya, SKCK itu hanya soal catatan kejahatan. Bahwa seseorang itu pernah melakukan korupsi, tindakan kejahatan pembunuhan, atau pidana lainnya berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. Bukan tentang tindakan tercela seperti mabuk, zina, judi, dan lainnya,” ujar Hidayatullah dalam public hearing (rapat dengar pendapat) yang dilaksanakan di ruang rapat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra, Kamis (7/11).

Laman: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top