Tiga kepala daerah meraih penghargaan dari Ombudsman RI atas kepatuhan pelayanan publik dengan predikat tertinggi. Pelayanan publik di Kota Kendari, Konsel dan Bombana kini berada di zona hijau. Dari kiri : Anggota DPD RI, Andi Nirwana Sebbu, Bupati Bombana, Tafdil, Bupati Konsel, Surunuddin Dangga, Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir, dan Ketua Ombdusman RI Perwakilan Sultra, Mastri Susilo.

KENDARIPOS.CO.ID — Tiga kepala daerah meraih penghargaan dari Ombudsman RI. Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir, Bupati Konsel, Surunuddin Dangga dan Bupati Bombana, Tafdil tersenyum semringah saat menerima piagam yang diserahkan anggota Ombudsman, Dadan Suparjo Suharmawijaya di Grand Ballroom JS Luwansa Hotel, Jakarta, Rabu (27/11). Turut hadir dalam acara itu Kepala Ombudsman RI, Prof Amzulian Rifai, Menkopolhukam, Prof Mahfud MD dan Menlu RI, Retno Marsudi, Menag Jend (Purn) Fachrul Razi

Piagam penghargaan diberikan Ombudsman RI sebagai bentuk apresiasi atas predikat kepatuhan tinggi Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir, Bupati Konsel, Surunuddin Dangga dan Bupati Bombana, Tafdil dalam pelayanan publik sesuai UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang pelayanan publik. Itu artinya tiga pemkab tersebut telah masuk zona hijau dalam pelayanan publik.

“Alhamdulilah kerja-kerja yang penuh dedikasi dari jajaran Pemkot Kendari kembali mendapat apresiasi. Tahun 2017, kita berada di posisi merah dan 2018 di posisi kuning. Tahun ini berhasil mencapai penilaian 86,12 yang berarti zona hijau,” ujar Sulkarnain Kadir, Wali Kota Kendari saat dihubungi Kendari Pos, Rabu (27/11).

Dia berharap, semoga capaian itu semakin memotivasi seluruh ASN Kota Kendari untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, sehingga visi mewujudkan Kota Layak Huni semakin mendekati kenyataan. Ia mengapresiasi kontribusi semua pihak sehingga penghargaan tersebut dapat diraih. “Terima kasih kepada seluruh ASN yang telah bekerja keras yang telah melayani pelayanan terbaik kepada masyarakat. Tapi ini jangan menjadikan kita cepat puas, dan teruslah meningkatkan kinerja,” ungkap Sulkarnain Kadir.

Sementara itu, Bupati Bombana, Tafdil mengatakan kepatuhan pelayanan predikat tinggi ini sekaligus mematahkan rapor merah yang kerap disandang Pemkab Bombana sejak tahun 2017 dan 2018. “Tahun 2017 dan tahun 2018 kami selalu mendapatkan merah dengan penilaian 41,47 persen,” ujar Tafdil kepada Kendari Pos, Rabu (27/11).

Tak ingin mendapat rapor merah lagi, Bupati Tafdil mengerahkan dan memacu kinerja perangkatnya yang berkaitan dengan pelayanan publik. “Kami membentuk Pokja percepatan, di dalamnya terdapat salah satu staf ahli. Dan hasilnya sangat memuaskan. Kami mampu meraih predikat tertinggi yaitu 95,98 persen. Ini sebuah capaian yang sangat memuaskan,” kata Tafdil.

Hasil maksimal tersebut tak lepas dari kerja keras dan kekompakan aparatur di Pemkab Bombana serta dukungan Ombudsman RI Perwakilan Sultra yang tak jenuh menerima konsultasi soal pelayanan publik dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP). “Capaian ini adalah tantangan kami untuk mempertahankannya. Karena capaian maksimal ini menjadi motivasi agar terus berbuat lebih baik lagi,” tutupnya.

Usai menerima penghargaan, Bupati Konsel, Surunuddin Dangga mengatakan penghargaan yang di berikan Ombudsman RI, adalah bukti semakin meningkatnya sistem pelayanan publik Pemkab Konsel. “Patut kita bersyukur atas raihan ini. Sekaligus membuktikan kepada khalayak bahwa pelayanan kita semakin baik, dan akan terus kita maksimalkan,” ujar Surunuddin Dangga kepada Kendari Pos.

Penghargaan itu akan dedikasikan kepada semua ASN Pemkab Konsel dan masyarakat Konsel. “Saya berharap capaian yang sangat baik ini, hendaknya motivasi kinerja seluruh aparatur dalam melayani masyarakat. Tetap tingkatkan kualitas kerja dan kecepatan pelayanan pada semua aspek sesuai kebutuhan khalayak demi kepentingan umum dan peningkatan kesejahteraan masyarakat menuju Desa Maju Konsel Hebat,” tegas Surunuddin.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sultra, Mastri Susilo mengatakan pelayanan publik di tiga daerah itu sangat baik. “Tiga-tiganya dapat zona hijau, artinya sudah sangat baik,” ujarnya saat dihubungi Kendari Pos.

Laman: 1 2