KENDARIPOS.CO.ID — Pagelaran Seni Budaya dan Siswa Mengenal Sultra (SMS) berakhir sukses, kemarin. Kegiatan yang bertujuan memperkenalkan budaya Sultra kepada para siswa perwakilan 17 kabupaten dan kota di Sultra itu ditutup Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra, Asrun Lio.

Dia mengapresiasi ide dan inisiatif cemerlang dari Kendari Pos yang melaksanakan pagelaran seni budaya dan SMS ini. “Kegiatan besar ini tidak akan terpublikasi dengan baik tanpa Kendari Pos. Oleh karena itu saya ucapkan terima kasih,” tuturnya.

Kepala Dinas Dikbud Sultra, Asrun Lio (enam dari kiri), Dirut Kendari Pos Irwan Zainuddin (tujuh dari kiri) bersama seluruh peserta Siswa Mengenal Sultra (SMS) pada penutupan SMS di pelataran Graha Pena, Kendari, Rabu (27/11) malam.

Meski pelaksanaannya sangat singkat kata Asrun, paling tidak siswa bisa lebih mengenal budayanya melalui berbagai lomba bernuana budaya daerah.”Kan selama pelaksanaan mereka saling berinteraksi. Mereka sharing pengalaman, pengetahuan dan sharing dengan budaya masing-masing,” jelasnya.

Asrun berharap, suksesnya pelaksanaan pagelaran senin budaya dan SMS ini bisa menjadi kekuatan besar bagi para generasi muda di Sultra. “Tahun depan kita akan laksanakan lagi, tentu dengan durasi yang agak lama. Mudah-mudahan kegiatan semacam ini bisa menjadikan generasi milenial berbudaya dan berprestasi,” kata Asrun saat penutupan di pelataran Graha Pena Kendari Pos, Rabu malam.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Kendari Pos, Irwan Zainuddin mengucapkan penghargaan dan terima kasih kepada Dinas Dikbud Sultra yang telah mendukung pagelaran seni budaya dan SMS hingga berakhir sukses.

“Saya harap konsep SMS tahun ini, bisa menjadikan siswa-siswi kita bukan sebagai warga biasa, melainkan sudah menjadi warga dunia yang menguasai teknologi karena lahir di era milenial lagi berbudaya,” ujarnya, semalam.

Dirut Irwan Zainuddin berharap tiga output setelah pelaksanaan SMS tahun ini. Pertama, siswa menjadi insan produktif melahirkan ide-ide cemerlang. Kedua, siswa harus mendesain ide tersebut kedalam sebuah karya nyata dan ketiga dikolaborasikan ke dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. “Dengan begitu, para generasi milenial kita harapkan tidak berorientasi menjadi PNS melainkan mereka bisa menjadi startup masa depan Sultra,” tandasnya.

Salah satu peserta SMN dari SMA Negeri 1 Lalolae Kolaka Timur, Syahrini Saputri mengaku senang mengikuti program SMS. Melalui kegiatan SMS ini, dia bertemu dengan siswa dari berbagai daerah di Sultra. “Saya senang bisa sharing infomasi seputar budaya mereka. Saya juga senang karena bisa mengenal landmark Sultra seperti Masjid Al-Alam dan Tugu Religi Sultra,” ujarnya.

Laman: 1 2