La Ode Diada Nebansi (Direktur Kendari Pos)

KENDARIPOS.CO.ID — Dari mukamu sudah tergambar: pendidikanmu kayaknya terbatas. Saya mau tanya, kamu lulus SMA atau Paket C? Ayo jawab!.
Dari tutur katamu, dari gaya buka tutup bibirmu saat berbicara sudah bisa diukur kualitas intelektualmu.
Saya mau tanya, kalau orang yang kerjanya hanya urus konde di abad 20 apakah bisa disebut intelek? Ayo jawab!

Dari intonasimu yang rada-rada penuh kejengkelan saat berbicara mirip intonasinya La Kepe saat meneriaki orang gila yang lepas dari rumah sakit jiwa. Saya mau tanya, apakah jiwamu sehat atau rada-rada gimanaaa gitu?.

Saya mau tanya, Tuhan itu adil atau tidak? Ayo jawab. Kamu jawab: ADIL. Saya mau tanya, dimana keadilan Tuhan jika La Kepe hidup miskin, sementara kamu hidup kaya? Ayo jawab! Kamu jawab: Saya kaya karena lahir sebagai anak pejabat, sementara La Kepe lahir sebagai anak petani.

Saya mau tanya, kenapa Tuhan memutuskan kamu lahir di keluarga kaya sementara La Kepe dilahirkan di keluarga miskin?
Saya mau tanya, kenapa Tuhan memutuskan La Kepe lahir di keluarga miskin, dan kamu lahir di keluarga kaya?
Saya mau tanya, bisakah kelahiran itu memilih? Kamu jawab; tidak.
Saya mau tanya, siapa yang menentukan si A dan si B harus lahir di keluarga si miskin dan kaya? Kamu jawab: Tuhan.

Sekali lagi saya mau tanya, apakah Tuhan itu adil? Kamu jawab: ADIL. Lalu dimana keadilan Tuhan jika kelahiran saja DIA bedakan? La Kepe hidup miskin, sementara kamu hidup kaya. Kamu jawab, saya kaya karena saya berezeki, sedangkan La Kepe miskin karena tidak berezeki.

Saya mau tanya, yang atur rezeki siapa? Kamu jawab: Tuhan. Lalu, dimana keadilan Tuhan? Saya mau tanya, kenapa Tuhan menempatkan La Kepe lahir di keluarga miskin dan kenapa pula Tuhan menempatkan kamu lahir di keluarga kaya? Kalau Tuhan Adil, mestinya sama-sama dilahirkan di keluarga kaya. Kalau begini kejadiannya, seolah-olah Tuhan tidak adil. Tapi, kan Tuhan Maha Adil. Karena pendidikanmu Paket C, jadilah kemudian kamu menyepelekan agama.

Saya mau tanya, kamu atheis atau beragama? Ayo jawab! Kamu jawab: saya beragama. Sekarang saya mau kasitahu kamu. Jika agamamu Islam, renungkanlah penggalan ayat Alquran ini: WAMAL HAYAA TUDDUNIA ILA MATAAUL GHURUUR. Artinya, kehidupan dunia ini hanya tipu daya. Bahwa kehidupan dunia hanya sandiwara.

Dari sisi pencarian ke-ADIL-an Tuhan, ternyata Tuhan menguji kesabaran La Kepe dengan kemiskinan sementara kamu diuji rasa syukurmu dengan kekayaan. La Kepe yang miskin ternyata lolos dengan ujian kesabaran, sementara kamu yang kaya justu melahirkan angkuh dan sombong karena jauh dari rasa syukur.

Artinya apa? kehidupan dunia ini bukan akhir. Kehidupan dunia ini bukan kesimpulan. Masih ada pertanggungjawaban akhirat. Jika pertanggungjawaban kehidupan ini hanya berakhir dan tersimpul di dunia maka Tuhan tidak adil. Oleh karena Tuhan Maha Adil maka, masih ada pertanggungjawaban setelah kehidupan dunia ini.

Saya ingin Ngrogo Sukmomu bahwa: hasil yang baik adalah, bukan petani yang memanen hasil kebunnya tapi panen amal setelah kematian. Hasil yang baik bukan keuntungan pengusaha triliunan rupiah tapi pengusaha yang memanen keuntungan amal kematiannya. Dan, di etape inilah kamu akan yakin seyakin-yakinnya bahwa TUHAN MAHA ADIL.

Saya mau tanya, kamu berpendidikan atau tidak? Ayo jawab. Jikalau kamu berpendidikan, mestinya memahami dan mengetahui tanda-tanda kebesaran Tuhan. Jika engkau berpendidikan dan beragama Islam, tentulah kamu menghargai dan tunduk setunduk-tunduknya dengan rasul Allah SWT maupun kitab suci Alquran.

Saya mau tanya, masih mau mengeluarkan kata-kata yang menyinggung perasaan umat? Kamu jawab: satobatmi belaee. Saya bilang: Insya Allah Kamu Diberi Hidayah. Aamiin.
Saya mau tanya, ini tulisan Winto atau bukan? Ayo jawab! Saya jawab: Yoto.(nebansi@yahoo.com)