KENDARIPOS.CO.ID — Posisi Airlangga Hartarto sebagai Ketum Golkar akan berpengaruh terhadap tugasnya sebagai Menko Perekonomian. Bahkan, bukan tidak mungkin akan terjadi benturan kepentingan. Pernyataan itu diungkapkan oleh Pengamat ekonomi dan politik Ichsanuddin Noorsy, terkait dengan posisi partai Golkar menjelang Musyawarah Nasional (Munas) Desember 2019.

Ichsanuddin Noorsy

Noorsy bahkan berpendapat, muruah Golkar sebagai parpol besar akan meredup dan bukan tidak mungkin bakal makin kehilangan perannya sebagai kekuatan pengontrol. Terutama dalam menjalankan check and balances pada setiap kebijakan pemerintah.
“Bukan tidak mungkin akan berdampak pada kehidupan bernegara dan partai yang tidak sehat. Karena parpol hanya dipakai sepenuhnya untuk membenarkan kebijakan pemerintah,” kata Ichsanuddin kepada wartawan, Rabu (27/11).

Bahkan, lanjutnya, Golkar dikhawatirkan akan selalu membenarkan semua kebijakan perekonomian yang dibuat Airlangga apabila partai beringin ini tetap dipimpin olehnya. Hal ini membuat kebijakan-kebijakan ekonomi yang akan dan sudah dikeluarkan menjadi diragukan kualitasnya. “Padahal ada sejumlah catatan yang saat ini sudah dimiliki Airlangga selaku Menko Perekonomian. Salah satunya ketertinggalan Indonesia di revolusi industri 4.0,” ujarnya.

Laman: 1 2