Menteri Nadiem Harus Prioritaskan Nasib Guru Honorer

FPBK di komisi X, kata Andi, akan memprioritaskan persoalan pendidikan sejalan denagn tiga program prioritas hasil muktamar di Bali. “Mandat muktamar salah satunya adalam menyoal SDM yang perlu peningkatan kualitasnya,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim mendesak pemerintah, terutama Mendikbud Nadiem Makarim, untuk memberikan kejelasan status guru honorer. Pasalnya, pemerintah sudah diuntungkan dengan mempekerjakan guru honorer dengan bayaran yang sangat murah selama belasan hingga puluhan tahun.

“Pemerintah harus jujur kalau sudah diuntungkan secara finansial dengan mempekerjakan guru honorer itu bertahun-tahun lamanya. Mereka yang mengisi kebutuhan guru di daerah, tanpa diperhatikan pendapatan per bulannya,” kata Ramli.

Dia mengaku geregetan karena pemerintah perlahan-lahan menggeser posisi guru honorer ini dengan tenaga pendidik baru. Dia menyebutkan, kekurangan guru PNS di sekolah negeri mencapai 1.141.176 sementara jumlah guru pensiun dalam kurun waktu 2020-2024 mencapai 391.644 guru. Yang sudah pensiun di tahun 2017-2018 mencapai 90.287. Guru yang pensiun tahun 2019 mencapai 62.759 orang. Sementara di tahun 2020 jumlah guru pensiun mencapai 72.976 orang.(mg7/esy/jpnn)

Laman: 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *