KRI 533 Berlabuh di Pelabuhan Murhum Baubau

Untuk Wilayah perairan Sultra, pihaknya akan melakukan penjagaan secara ketat terhadap pengelolaan dan penyaluran hasil bumi seperti nikel. “Ada Satgas dari Kemetrian menyampaika agar cek ulang terhadap penyaluran nikel dilakukan. Itu berlaku seluruh wilayah yang memiliki tambang termasuk Sultra. Karena tambang yang diekspor ke Luar Negeri harus terlebih dulu dioleh di Indonesia,” terangnya.

Sebelum akhirnya berlabuh di Pelabuhan Murhum Baubau, KRI Teluk Cendarawasi 533 berlayar dari Kepulauan Tanibar, Provinsi Maluku. Dengan jumlah personil 71 orang termasuk di dalamnya sembilan perwira. Semua itu dalam misi patroli wilayah terpencil kawasan perairan perbatasan Indonesia dan singgah di Baubau untuk mengisi BBM.

“Selama Patroli Perbatasan Kita tidak selamanya di laut. Kita harus isi bahan bakar, dan kita singgah di daerah terdekat yang ada pangkalan TNI AL. Salah satunya di Kota Baubau,” pungkasnya.

Di tempat yang sama Komandan POS TNI Angkatan Laut Baubau Letnan Dua, Pungky mengatakan sebebarnya KRI Teluk Cendrawasi 533 bisa saja berlabuh di Kota Makssar. Hanya saja lebih memilih Kota Baubau, karena pertamina terbesar Wilayah Timur adalah Baubau. “Jadi KRI lebih memilih isi BBM di sini (Baubau, red) karena permintaanya bisa terpenuhi yaitu 90 ton,” singkatnya. (b/ahi)

Laman: 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *