KRI 533 Berlabuh di Pelabuhan Murhum Baubau – Kendari Pos
Bau-bau

KRI 533 Berlabuh di Pelabuhan Murhum Baubau

KRI Teluk Cendarawasi 533 milik
TNI AL berlabuh di Pelabuhan Murhum Kota
Baubau. Kapal perang yang berisia sekira 30
tahun itu digunakan untuk berpatroli di wilayah
perbatasan kawasan Timur Indonesia, Senin (25/11)

KENDARIPOS.CO.ID — Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Teluk Cendarawasi 533 berlabuh di Pelabuhan Murhum Kota Baubau,Senin (26/11). Kapal perang milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) itu sandar untuk mengisi bahan bakar setelah menjalankan misi patroli di bagian perbatasan kawasan Timur Laut Indonesia. Selama menjalankan misi, TNI AL memastikan kondisi perairan khususnya bagian perbatasan bagian Timur Indonesia, aman.

“Kami menjalankan patroli di bagian perbatasan laut Indonesia. Dari hasil patroli kita tidak menemuka kapal-kapal yang melakukan ilegal fishing atupun yang melintas batas. Hanya kapal dari Filipina yang masuk Samudera Pasifik tetapi masih lintas damai. Begitu pula dengan penyeludupan barang terlarang juga sangat jarang kita temukan. Dengan KRI 533 mengcover di sana, perairan wilayah timur Indonesia aman,” kata Komandan KRI Teluk Cendarawasi 533, Mayor Laut (P), Nurfarid Syarifudin saat konferensi pers, Senin (25/11).

Kendati demikian, pihaknya tetap akan melakukan tugas patroli secara ketat. Semua itu untuk mengawasi dan memastikan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) khususnya bagian perbatasan laut tetap aman. “Yang masih menjadi atensi untuk kita awasi di wilayah Timur masih sama. Yaitu soal ilegal fishing dan penyeludupan Narkoba,” terangnya.

“Karena tidak menuntut kemungkinan ada penyeludupan melalui laut dari oknum-oknum tertentu. Apalagi saat ini penjagaan bagian Selat Malaka sudah sangat ketat, sehingga perlu kita awasi secara ketat jangan sampai upaya penyeludupan berubah lewat kawasan Timur. Hal ini yang kita antisipasi,” sambungnya.

Selain dua persoalan tersebut, pihaknya juga rutin melakukan swiping terhadap kapal-kapal yang bandel. Khususnya kapal yang melakukan operasi diluar ketentuan yang berlaku seperti melakukan transaksi minyak di laut. “Apabila ada hal-hal yang dirasa ilegal, maka kita tindak sesuai prosedur. Seperti kemarin di wilayah sorong ada banyak kapal yang kita tangkap untuk kita selidiki lebih lanjut karena ada beberapa penyimpangan berkaitan dengan Bahan Bakar Minyak (BBM),” terangnya.

Laman: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy