KENDARIPOS.CO.ID — Kendati serapan anggaran di Kota Kendari tidak begitu optimal. Namun dana transfer dari pemerintah pusat dipastikan terserap maksimal. Tahun ini, Pemkot keciprat Dana Alokasi Umum (DAU) reguler Rp 650 miliar dan Dana Alokasi Khusus Rp 92 miliar (lihat grafis dibawah).

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Kendari Susanti tak menampik jika serapan anggaran lamban juga terjadi di Kota Kendari tahun ini. Tapi itu tidak berlaku di semua sektor. Khusus untuk dana transfer dari pusat, ia memastikan akan terealisasi 100 persen. “Kalau dana transfer kita lancar saja. Tidak ada kendala. Saat ini sudah menghadapi tahap tiga. Kira-kira bulan depan. Sementara administrasi sekarang,” jelasnya.

Mantan Plt. Kepala Badan Pengalola Pajak dan Retribusi Daerah itu melanjutkan tahap tiga dimaksud yakni 30 persen dari keseluruhan DAK yakni 92 miliar. Susanti mengaku, mekanisme pencairan dana pusat memang semakin ketat. “Sekarang itu harus lengkap pelaporannya, kita persentese dalu baru bisa cair,” lanjutnya. Dikatakannya, 3 tahun lalu Pemkot pernah gagal mendapat transfer DAK sebesar Rp 3 miliar. Itu karena terlambat, makanya saat ini kita harus cepat. (lyn/b)

Dana Tahun 2019

  • Dana Alokasi Umum (DAU) reguler Rp 650 miliar
    – DAU kelurahan Rp 23 miliar
    – Dana Alokasi Khusus Rp 92 miliar
    – Dana Insentif Daerah Rp 32 miliar