Jelang Munas Golkar, Isu Aklamasi Calon Tunggal Merebak – Kendari Pos
Politik

Jelang Munas Golkar, Isu Aklamasi Calon Tunggal Merebak

KENDARIPOS.CO.ID — Kurang dari sebulan lagi, Partai Golkar bakal menggelar Musyawarah Nasional (Munas). Salah satu agenda pentingnya adalah memilih calon ketua baru untuk lima tahun kedepan. Namun, sudah beredar isu bahwa pemilihan ketua umum akan dilakukan dengan mekanisme aklamasi dan hanya ada calon tunggal. Strategi itu kabarnya seang dijalankan oleh pihak Airlangga Hartarto. Isu calon tunggal pun langsung menuai respon dari berbagai kalangan. Salah satunya pengamat politik Voxpol Center Research Pangi Syarwi Chaniago. “Golkar ini termasuk partai tertua di Indonesia, dari orde lama, orde baru hingga era reformasi saat ini tetap eksis dan matang. Aneh jika tiba-tiba hanya ada calon tunggal,” ujar Pangi, Kamis (14/11).

Menurut Pangi, mestinya momen Munas seperti ini harus dijadikan pembelajaran bagi kader muda Golkar. Sekaligus menjadi panggung untuk memunculkan wajah-wajah baru Golkar yang sudah teruji. “Jadi bukan malah memunculkan calon tunggal dan mematikan yang lainnya. Kalau seperti ini gayanya, Golkar kembali ke era orde baru. Karena, hanya ingin mempertahankan status quo saja. Setahu saya Golkar milik semua orang bukan dinasti atau golongan tertentu,” paparnya.

Pangi juga menambahkan, Partai Golkar tidak akan melawan demokrasi, karena partai ini dari dulu penuh dinamika dan memberi ruang kontestasi kepada setiap kader, memberi ruang gerak pada siapapun untuk memimpin dan menjadi nahkoda partai. Pangi pun menyarankan agar Munas Golkar membuka ruang lebar-lebar pada kader lain yang secara kapasitas intelektual dan kepemimpinannya sudah mumpuni untuk tampil. Karena dengan seperti itu, Golkar akan kelihatan lebih demokratis dan terbuka. “Masa masih musim main kapling oleh satu orang atau kelompok tertentu saja yang ingin selalu berkuasa,” ujar Pangi.

Sementara itu, Direktur Politik Hukum Wain Advisory Indonesia Sulthan Muhammad Yus mengungkapkan, Partai Golkar dikenal selalu dinamis dan terjadi persaingan sengit antarcalon ketua umum dalam setiap penyelenggaraan Munas. “Ini merupakan ciri khas Golkar. Oleh karenanya, jika dalam Munas Golkar pada Desember mendatang ada pihak-pihak yang ingin meredam persaingan tersebut dengan memaksakan aklamasi, hal tersebut berbahaya bagi eksistensi Partai Golkar,” katanya.

Terpisah, Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie alias Ical mengharapkan pemilihan ketua umum parpol binaannya bisa melalui musyawarah. Alasannya, pemilihan ketua umum melalui voting akan menghabiskan energi. “Kalau calonnya ada beberapa, kalau bermusyawarah kan baik. Tenaga bisa disimpan untuk berkompetisi dengan pihak lain,” kata Ical di sela Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar di Jakarta, Kamis (14/11).

Seperti diketahui, Golkar tengah menggelar rapimnas untuk persiapan musyawarah nasional (munas) yang akan dilaksanakan pada awal Desember mendatang. Agenda utama munas adalah pemilihan ketua umum. Menurut Ical, musyawarah berarti berunding untuk bersama-sama menentukan arah perjalanan Partai Golkar ke depan. Soal munculnya sejumlah nama calon ketua umum, Ical tetap mengharapkan pimpinan munas mengarahkan kandidat yang akan bersaing untuk bermusyawarah.

Namun, Ical enggan menjawab ketika ditanya kans Airlangga Hartarto terpilih lagi sebagai ketua umum Partai Golkar. Yang jelas, kata dia, siapa pun pemenangnya harus bisa merangkul pihak yang kalah demi menjaga kekuatan Golkar. “Kalau target saya pribadi, Golkar pada tahun 2024 pasti menang. Kedua, harus bisa mencalonkan presiden dan wakil presiden dari kader partai sendiri,” kata Ical. Rapimnas Golkar di Jakarta Selatan itu dihadiri sekira 400 kader dari seluruh Indonesia. Selain Ical, tokoh-tokoh senior Golkar yang hadir adalah Akbar Tanjung dan Agung Laksono.(jpg/jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy