Izin Kedaluwarsa, Panca Logam Terus Garap Emas Bombana : Lahan Warga Diserobot, Ada Oknum Aparat Berjaga – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Izin Kedaluwarsa, Panca Logam Terus Garap Emas Bombana : Lahan Warga Diserobot, Ada Oknum Aparat Berjaga

KENDARIPOS.CO.ID — Kabupaten Bombana yang kaya akan bijih emas sedang di “miskinkan” aktivitas penambangan tanpa izin. Kandungan
emas di perut Wonua Bombana terus dikeruk PT.Panca Logam Makmur (PLM) di Desa Wububangka, Kecamatan Rarowatu Utara meski Izin Usaha Pertambangan (IUP) sudah kedaluwarsa sejak tiga tahun lalu. Pun dokumen Analisa Dampak Lingkungan (Amdal) belum diperpanjang.

Namun PT.PLM masih saja mengeruk bijih emas di Kabupaten Bombana. Belum lagi kewajiban royalti dan pajak senilai puluhan miliar rupiah belum ditunaikan PT.PLM ke Pemkab Bombana. Bahkan kewajiban reklamasi belum di tunaikan. Terang saja aktivitas PT.PLM tak punya legalitas dan diduga menambang ilegal. Pemkab Bombana tentu saja dirugikan.

“IUP PT.PLM belum diperpanjang. Amdalnya juga masih yang lama. Seharusnya diperbaharui. Reklamasi juga belum seluruhnya dilakukan, baru sebagian yang direklamasi. Seharusnya semua kewajiban itu dirampungkan terlebih dahulu, lalu menambang lagi,” ujar Makmur Darwis, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Pemkab Bombana kepada Kendari Pos,Selasa (19/11).

Alat dompeng PT.PLM di Desa Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara, Bombana. Sejak tiga tahun lalu, IUP dan dokumen Amdal PT.PLM kedaluwarsa namun masih melakukan penambangan bijih emas.

Makmur menegaskan seharusnya PT.PLM belum bisa menembang emas sebelum menyelesaikan seluruh kewajibannya.Secara kelembagaan, manajemen PT.PLM belum pernah melaporkan aktivitasnya di DLHK Bombana. “Secara kelembagaan kami belum tahu, tapi secara personal saya sudah tahu. Kami akan segera memanggil mereka untuk menyelesaikan kewajiban sebelum menambang. Kami juga tidak bisa berbuat banyak karena seluruh kebijakan telah diambil alih oleh Pemerintah Provinsi Sultra,” ungkapnya.

Tak hanya Pemkab Bombana yang dirugikan akan adanya penambangan PT.PLM yang diduga illegal. Syarifuddin, salah seorang warga Desa Wububangka mengaku mengalami kerugian. Sebab, lahan miliknya sekira 25 hektare diduga diserobot PT.PLM. “Sejak tahun 2009 hingga saat ini PT.PLM beraktivitas, lahanku dipakai. Alasannya, mereka punya legalitas. Saya pun tak tahu harus mengadu di mana. Pemerintah yang kami harapkan bisa membela kami tapi kenyataannya tidak ada. Sekarang mereka beroperasi lagi dan masih dilahan saya juga,” keluh Syarifuddin, kemarin.

Syarifuddin pun menelan pil pahit lainnya. Ratusan tanamannya digusur tanpa ada ganti rugi dari manajemen PT.PLM. “Pohon jati, durian, dan masih banyak lagi. Saya belum pernah mendapat ganti rugi dari pihak perusahaan,” ujarnya. Syarifuddin menyaksikan aktivitas PT.PLM dua hingga tiga minggu mengeruk emas Bombana. Ratusan alat dompeng (semacam mesin penyedot bijih emas) hingga puluhan alat berat beroperasi di Desa Wububangka.

“Bahkan mereka beroperasi di kawasan hutan lindung yang sudah dinyatakan sebagai zona merah. Biasanya ada dua sampai tiga oknum aparat keamanan yang ikut menjaga. Ada juga yang berseragam,” tutur Syarifuddin. Sementara itu, Humas PT.PLM, Jamal tak merespons upaya konfirmasi Kendari Pos. Dua nomor telepon selulernya dibiarkan berdering, +62 852-5647-71** dan +62 852-3115-19**. Terdengar nada aktif namun tak diangkat. Pesan melalui aplikasi WhatsApp pun tak direspons Jamal. Pesan yang dikirim koran ini hanya dibaca tanpa dibalas. (kmr/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy