Hadiri Rakornas Indonesia Maju, Ali Mazi Komitmen Sukseskan Misi Presiden – Kendari Pos
Metro Kendari

Hadiri Rakornas Indonesia Maju, Ali Mazi Komitmen Sukseskan Misi Presiden

KENDARIPOS.CO.ID — Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumpulkan seluruh kepala daerah se-Indonesia dan pimpinan Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (Forkopimda), Rabu (13/11). Gubernur Sultra, Ali Mazi turut hadiri dalam kegiatan bertajuk Rapat Koordinasi Nasional Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Forkopimda di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11).

Para kepala daerah dengan saksama menyimak arahan Presiden Joko Widodo. Terutama terkait koodirnasi antara pemerintah daerah (Pemda) dan aparat penegak hukum. Gubernur Sultra Ali Mazi melalui Plt.Kepala Dinas Kominfo Sultra, Saifullah mengatakan arahan Presiden Jokowi memacu semangat dan kekompakan pemda dan Forkompimda di Sultra. Menurut Ali Mazi, apa yang diamanatkan Presiden sudah dilakukan di Sultra.

Pemda dan Forkopimda sudah berjalan searah demi kemajuan bangsa. “Pesan presiden sudah kami lakukan di Sultra. Kita akan tingkatkan lagi. Membangun kemitraan yang baik. Bekerja seirama sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing,” kata Ali Mazi seperti dikutip Plt. Kepala Dinas Kominfo Sultra, Saifullah. Ali Mazi menegaskan mendorong kemajuan bangsa memang bukan hanya tugas pemerintah pusat. Inovasi dan kerja keras pemerintah di daerah juga sangat menentukan.

Gubernur Sultra, Ali Mazi (dua dari kanan) saat menghadiri Rakornas Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Forkopimda di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11). Ali Mazi berkomitmen menyuseskan visi Presiden Jokowi, Indonesia Maju. Tampak Presiden Jokowi berbincang dengan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo (tiga dari kanan)

“Tentunya kita harus bekerja sesuai koridor, jangn menyalahi undang-undang, kalau melanggar jelas menjadi bagian penegak hukum. Pemprov Sultra mendukung dan siap menyukseskan program kerja Presiden Jokowi yakni mewujudkan Indonesia Maju,” ungkapnya.

Dalam rakornas itu, aspek penegakan hukum menjadi sorotan Presiden Jokowi. Menurut dia, sejauh ini masih kerap terjadi penyalahgunaan proses penegakan hukum yang tidak sesuai dengan kaidah. Presiden Jokowi meminta kepada aparat penegak hukum agar memperbaiki situasi ini. Supaya tidak ada lagi orang-orang yang tak memiliki niat melanggar hukum, tapi malah menjadi korban penegakan hukum.

“Jangan ada kebijakan dikriminalisasi, dicari-cari, saya mendengar banyak sekali. Kalau tidak ada mens rea, niat jahatnya ya jangan dicari-cari dong,” kata Jokowi dalam pidatonya pada pembukaan Rakornas Indonesia Maju di SICC, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11).

Jokowi menjelaskan, dalam sebuah pemerintahan baik di daerah maupun di pusat banyak sekali pekerjaan yang harus dijalankan. Sehingga akan menyulitkan untuk mengontrol satu per satu secara detail. Sebagai contoh, Jokowi mengatakan di Pemprov DKI Jakarta ada 57 ribu mata anggaran. Hal ini tentu sangat sulit dilakukan pengawasan menyeluruh. Oleh karena itu, penegak hukum diminta memberikan peringatan terlebih dahulu apabila mencium ada indikasi penyelewengan. Tidak langsung menindak secara hukum. “Saya titip kalau ada persoalan hukum dan itu sudah kelihatan di awal-awal, preventif dulu, diingatkan dulu, jangan ditunggu peristiwa terjadi baru ditindak,” imbuhnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, hal ini telah dia sampaikan kepada para pimpinan lembaga penegak hukum seperti kapolri, jaksa agung, dan lain sebagainya. Dia berharap di jajaran bawah juga mengikuti instruksi tersebut untuk mengedepankan langkah pencegahan. “Jelas-jelas itu keliru sejak awal ya dibenarkan. Jangan ditunggu, terus dikerjakan, setelah rampung baru ditebas. Nggak bisa seperti ini, harus kita akhiri,” pungkas Jokowi. (lyn/jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy