Ganti Rugi Lahan Pelabuhan di Kolut Belum Tuntas

Soal ukur-mengukur kata dia, menjadi domain Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kolut. Apalagi hal ini sudah dikoordinasikan ke BPN. Luas lahan yang masuk zona pembangunan itu berkisar 1,7 sampai 2 hektar yang separuh kawasannya mencaplok pesisir laut. “Karena lahan di daratan setempat terbatas maka kami manfaatkan pesisir dangkal guna didaratkan. Kira-kira 100 meter keluar teluk,” papar bapak dua putera itu.

Dana ganti rugi lahan kata Junus, telah dialokasi di APBD. Besarannya sekitar Rp 1 miliar. Makanya, Pemda akan mempercepat proses pembayaran ganti ruginya. Pembayaran ganti rugi bukan dalam bentuk uang tunai namun melalui transfer. Untuk itulah, pemilik lahan akan diminta menyetor nomor rekeningnya.

Sementara itu soal biaya penimbunan lahan pesisir sambung Junus, Pemkab belum menganggarkan tahun ini karena mendahulukan penuntasan sertifikat. Besaran dana yang bakal dikucurkan juga belum bisa diestimasi namun sedikit lebih ringan ketimbang dana penimbunan bandara. “Luasnya kecil juga kan (pelabuhan). Yang jelas dermaga dan bandara menjadi prioritas penuntasan yang siap direalisasikan pemerintah saat ini,” pungkasnya. (c/rus)

Facebooktwittermail

Laman: 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.