KENDARIPOS.CO.ID — Ketersediaan listrik di Sultra belum mencukupi kebutuhan masyarakat secara keseluruhan. Perusahaan Listrik Negara (PLN) belum mampu mamsok jaringannya hingga pelosok Bumi Anoa. Investor asal Eropa tertarik untuk mengembangkan potensi listrik di Sultra. Pj. Sekprov Sultra LaOde Mustari mengatakan saat ini banyak sumber listrik yang bisa dikembangkan.

Itu disebut dengan energi listrik terbarukan. Sultra punya potensi itu, yakni sumber listrik biomassa, tenaga surya, mikro hidro dan lainnya. “Kalau hanya mengandalkan PLN memang berat. Makanya kita butuh investor untuk bekerjasama dengan berbagai pihak guna memenuhi kebutuhan listrik kita,” katanya saat acara konsultasi publik rencana umum ketenagalistrikan di Azizah Hotel Kendari, Kamis (14/11).

Sultra, kata dia, punya beberapa kawasan industri. Tentunya akan terus bertambah setiap tahun yang diikuti dengan kebutuhan listrik yang meningkat. “Bapak-bapak investor ini juga sudah bertemu Pak Gubernur di Jakarta. Kini waktunya mereka datang melihat langsung,” tambahnya. Sementara itu Plt. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sultra Dr. Buhardiman mengatakan, kehadiran investor luar negeri itu memberi angin segar bagi pemenuhan listrik di Sultra setidaknya 20 tahun mendatang.

“Untuk saat ini sebenarnya pihak PLN surplus dengan 500 MW. Tapi kita juga harus pikirkan ke depannya seperti apa. Kita menghitung, 20 tahun ke depan kita butuh 2.000 MW. Dan itu tidak mungkin PLN semua. Makanya harus dibantu dengan investasi,” jelasnya.

Hitungannya, 20 tahun mendatang Sultra sekurang-kurangnya butuh 1.958 MW daya listrik. Itu dari prediksi akan adanya minimal 6 smelter di Sultra.
Semua sumber listrik itu dimiliki oleh Sultra. Sehingga mudah untuk membangun pembangkit listrik dengan energi terbarukan. “Mereka akan mengecek ke lapangan. Nanti mereka pilih sendiri di mana lokasi yang cocok. Kita hanya fasilitasi saja,” pungkasnya. (lyn/b)